Senin, 10 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jelang Sahur Perdana, Harga Ayam Melonjak di Limboto, Peminat Justru Kurang 

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 12 April 2021 | 14:57 WITA Tag: , ,
  Ayam Kampung super, salah satu jenis ayam pedaging yang paling banyak dicari jelang sahur perdana di Bulan Ramadan. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sehari menjelang sahur perdana di bulan Ramadan 1442 H tahun ini, harga ayam terus mengalami kenaikan. Hari ini, harga ayam pedaging yang telah di karkas (dibersihkan) mencapai Rp 70 ribu sampai Rp 75 ribu per ekor di pasar tradisional sebesar. Sedangkan harga ayam Kampung Super mencapai Rp 65 ribu per ekor.

Sejumlah Pedagang Ayam di yang berjualan di Shopping Centre Limboto, Kabupaten Gorontalo menuturkan, harga tersebut memang biasa mengalami kenaikan menjelang Bulan Ramadan. 

Heri (35), salah seorang pedagang ayam yang diwawancarai reporter Hargo.co.id di Shoping Centre Limboto mengatakan, harga tersebut bisa mencapai dua kali lipat dari harga jual di hari-hari biasa.

“Memang setiap menjelang puasa harganya naik,” ujar Heri kepada reporter Hargo.co.id,  Senin (12/04/2021).

Pada hari-hari biasa, harga ayam pedaging yang telah di karkas dengan berat 1,8 kilogram biasa dijual hanya Rp 100 Ribu per tiga ekor, namun menjelang Ramadan, ayam pedaging  dengan berat seperti itu bisa mencapai Rp 65 ribu per ekor. 

Sedangkan untuk ayam Kampung Super, di hari-hari biasa hanya dijual antara Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per ekor, kini harganya mencapai Rp 65 ribu per ekor. 

“Kalau sekarang beli yang masih hidup harganya antara Rp 35 ribu sampai Rp 40 Ribu, biasanya kan hanya Rp. 25 ribu sampai Rp 27.500,” ungkapnya.

“Mungkin karena permintaannya banyak, apalagi mereka (para peternak) juga kan menghabiskan uang banyak untuk memelihara ayam itu, Kami juga tahu itu,” kata Heri

Selain harga yang cenderung naik, jumlah pembeli juga semakin berkurang. Kepada Reporter Hargo.co.id, Heri menuturkan, walaupun sama-sama dalam situasi pandemi, namun tentang jumlah pembeli tahun ini jauh berbeda dengan tahun kemarin. 

“Pusaa kemarin tidak bagini. Kurang orang tahun ini. Ada juga orang tapi tidak macam bulan puasa  kemarin. Kalau tahun lalu, saya biasa potong 40 ekor, tidak sampai tiga jam sudah habis, harus potong lagi. Tahun ini, sudah siang baru berapa ekor yang laku,” tutur Heri.

Berdasarkan pantauan Hargo.co.id di lapangan, tak hanya harga ayam saja yang mengalami kenaikan. Daging sapi misalnya, harga daging sapi di Shopping Centre Limboto juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 120 ribu per kilogram. (hiu/hargo)

BACA  Pertahankan Batas Wilayah, DPRD Temui Lembaga Tinggi Negara

Komentar