Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jelang Tahun Baru, Warga Ramai Berburu Cabo

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 29 Desember 2016 | 11:20 Tag: , ,
  

KOTA SELATAN, Hargo.co.id – Memasuki tahun baru 2017, lapak penjualan pakaian cakar bongkar (Cabo) ramai dikunjungi warga. Kondisi itu sudah berlangsung lebih dari sepekan ini.

Hal itu mengundang ketertarikan dari awak media untuk menyelidikinya. Ternyata, banyak para pengunjung datang membeli pakaian untuk dipakai di tahun baru.

Mereka memilih membeli cabo karena melihat barang yang dijual masih cukup bagus dengan harga yang sangat murah.

Sedianya, pemerintah Kota Gorontalo telah melarang aktivitas penjualan cabo ini. Meski begitu lapak cabo tetap saja ada. Pemerintah tidak dapat membendung permintaan masyarakat yang ingin membeli pakaian bekas impor itu karena harganya murah.

Asni, salah satu pengunjung lapak cabo yang diwawancarai awak media, Rabu, (28/12) mengungkapkan, perbandingan harga toko dan harga yang ditawarkan pedagang cabo sangat jauh berbeda. Cabo jelas lebih murah. Kali itu Asni tengah memilih cabo yang di impor dari Korea.

Menurut Asni, ragam dan jenis pakaian cabo yang dijual masih baik untuk dipergunakan. “Saya sudah menjadi pelanggan tetap Cabo. Barang yang selalu saya dapatkan dengan membongkar cabo masih banyak yang layak pakai,” katanya.

Asni juga ikut mengkritisi larangan dari pemerintah soal penjualan cabo karena alasan kesehatan. Sebab, selama menjadi konsumen pakaian bekas, ia tidak pernah mengalami masalah kesehatan.

“Caranya itu, kalau beli cabo harus dicuci sebelum digunakan. Kita rendam dulu dengan air panas agar bakteri dari pakaian bekas tersebut hilang. Ini yang saya lakukan, jadi tidak pernah ada masalah kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu Frengky, salah satu pedagang Cabo mengatakan, hingga saat ini ia tetap menjual pakaian Cabo. Mengingat permintaan masyarakat mejelang tahun baru meningkat.

“Bagi sebagian orang yang tidak dapat membeli pakaian baru, cabo bisa jadi pilihan karena harganya murah,” ujarnya.

Frengky menyampaikan, selang beberapa hari ini, lapaknya selalu ramai dikunjungi warga.

“Saya berharap sekali. Mudah-mudahan ada razia penyitaan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Kalaupun sampai terjadi tidak tahu harus mencari makan dari mana lagi,” keluhnya. (tr-56/hargo).

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar