Senin, 6 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jelang Tradisi Tumbilotohe, Penjual Lampu Botol Mulai Ramai

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 28 April 2021 | 05:06 AM Tag: ,
  Ribuan lampu botol dan sumbu yang dijual untuk persiapan malam Tumbilotohe. (Foto: Istimewa/Rita Setiawati untuk Hargo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jelang malam pasang lampu atau yang lebih dikenal Tumbilotohe, kini penjual lampu botol mulai ramai di Kota Gorontalo. Ini untuk menopang tradisi meskipun tahun ini Festival Tumbilotohe ditiadakan.

Masyarakat biasanya menyalakan lampu botol dan meletakkannya di halaman, jalan menuju masjid, lapangan, dan tempat lainnya. Masyarakat Gorontalo percaya bahwa dengan melakukan Tradisi Tumbilotohe mereka bisa mendapatkan berkah. 

Selain itu, berkah juga dirasakan oleh penjual lampu botol yang ada di Kota Gorontalo. Salah satu penjual lampu botol yang ada di Gorontalo adalah Risnawati Kuntulangi. Mengaku sudah berjualan lampu botol selama 6 tahun dan sudah menjual ribuan lampu botol setiap Bulan Ramadan. 

Biasanya penjual mulai berjualan lampu botol pada hari ke 10 Ramadan. Dan sebelum dijual pedagang harus membuat sumbunya terlebih dahulu. Risnawati mengaku, persiapan sebelum jualan lampu itu sekitar satu minggu, dan itu dilakukan sendiri. 

“Biasanya ada yang memborong sampai ribuan botol dan selain pembeli dari Gorontalo, ada juga yang beli dari luar Gorontalo yakni dari Bolaang Mongondow  Selatan (Bolsel),” kata Risnawati ketika ditemui di lapaknya di kawasan Pasar Sentral. 

Meskipun menjual lampu botol hanya dilakukan pada bulan Ramadhan namun sangat menguntungkan penjual. Terinformasi, keuntungan menjual lampu botol ini, cukup lumayan yakni dapat hingga jutaan.

Setiap Ramadan juga, ia selalu jualan di kompleks pasar Sentral Gorontalo dan tidak berpindah tempat atau jual keliling. Harga lampu botol sangat terjangkau.

“Kami menjual dengan harga Rp 5. ribu dan sudah dapat 4 botol yang sudah dilengkapi dengan sumbu,” ungkap Risnawati. 

Selain menjual lampu botol, ia juga menjual sumbu lampu dengan harga Rp. 12 ribu per ikat isi 10 sumbu.

Botol yang digunakan untuk Tumbilotohe merupakan limbah dari penjual-penjual minuman di kafe, warkop dan sebagainya. Risnawati mengungkapkan ia membeli botol tersebut per karung dengan harga Rp 25 ribu. (rita/ung/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar