Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jembatan Bulota Ambruk Aakibat Terkikis Arus Sungai

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 17 Mei 2022 | 18:05 Tag: ,
  Kondisi jembatan di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto yang ambruk akibat terkikis arus sungai, Selasa (17/5/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo, mengakibatkan naiknya volume air sungai. Akibatnya, jembatan yang ada di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto ambruk terkikis arus sungai, Selasa (17/05/2022).

Informasi yang dihimpun Hargo.co.id dari warga sekitar, hujan disertai angin kencang mulai mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.30 Wita. Hanya berselang sekitar 30 menit kemudian, volume air sungai mulai naik dan menciptakan arus yang cukup deras.

Nugroho (27), seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, jembatan yang menjadi jalan penghubung Desa Dutulanaa, Bulota dan Malahu hingga Tapaluluo tersebut memang dalam kondisi rusak parah akibat sering terkikis arus sungai.

“Sekitar Jam empat sore itu sudah ada kiriman air, jadi air di sungai sudah mulai naik. Jembatan putus sekitar pukul 16.20 Wita. Jembatan itu memang sudah rusak di beberapa bagian. Tapi masih bisa dilewati. Tapi tadi itu sudah ambruk total,” Kata Nugroho.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ambruknya jembatan tersebut membuat mobilitas warga sekitar menjadi terganggu.

“Jembatan itu satu satunya akses. Itu jalan penghubung dari Dutulanaa, bulota, menuju ke malahu, itu akses satu satunya. Jembatan itu satu satunya akses. Kalau tidak lewat situ, masyarakat harus putar jauh lewat kompi 713,” Katanya menerangkan.

Selain mengakibatkan putusnya akses jalan, Derasnya arus juga mengakibatkan Pipa Air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Limboto juga putus karena dihantam arus sungai.

Hingga berita ini diturunkan, Reporter Hargo.co.id masih berusaha menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 184 times, 1 visits today)

Komentar