Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jenazah PDP Dijemput di RS Toto, Pemakaman Tanpa Protokol Kesehatan

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 8 Juni 2020 | 19:02 WITA Tag: , ,
  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila, Bone Bolango


Hargo.co.id, GORONTALO – Jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya dinyatakan reaktif dan memiliki gejala Covid-19, dimakamkan tanpa melalui protokol kesehatan. Itu gara-gara keluarga pasien menjemput paksa jenazah di RSUD Toto Kabila, Bone Bolango.

Informasi yang berhasil dihimpun, pada Senin (08/06/2020), hal itu diungkapkan oleh Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Bone Bolango, Dr. Saleh Taib.

BACA  Usia Muda Dominasi Pelanggaran Protokoler Kesehatan

Seperti yang dilansir kronologi.id, pasien berinisial RI (45), warga Kota Gorontalo itu, masuk RSUD Toto Kabila pada Ahad (07/06/2020) sekitar pukul 21.20 Wita. Dijemput paksa oleh keluarganya usai dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 00.35 Wita.

“Hasil rapid test, pasien itu reaktif serta memiliki gejala Covid-19. Pasien ada keluhan demam sejak 11 hari lalu, serta mual, muntah, batuk, dan sesak nafas. Usai dinyatakan reaktif, pasien meninggal dunia. Kita tidak sempat melakukan swab test, karena jenazah pasien langsung dijemput paksa oleh keluarganya,” jelas Dr. Saleh Taib seperti yang dilansir kronologi.id.

BACA  Bupati Optimis, Gorut Segera Masuk Zona Hijau

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Bone Bolango itu juga menerangkan, saat itu pihak keluarga pasien juga menolak, jika pemakaman diselenggarakan sesuai protokol kesehatan.

BACA  Pjs. Bupati Diminta Tak Terlibat Politik Praktis

“Pihak keluarga mengamuk, untuk membawa pulang pasien, dan saat itu kita juga tidak bisa berbuat apa-apa. Kita sudah berusaha dan menjelaskan kepada keluarga, tapi tetap juga tidak bisa, mereka tetap menolak,” terangnya.

Dr. Saleh Taib juga menambahkan, usai kejadian itu, pihaknya langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Dikes Provinsi Gorontalo. (zul/hg)


Komentar