Sabtu, 4 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jérôme Hamon : Pertama di Dunia, Orang dengan Dua Kali Ganti Wajah

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Dunia News Ragam , pada Selasa, 17 April 2018 | 20:50 WITA Tag: , , , , , ,
  Hamon masih dalam tahap penyembuhan di sebuah rumah sakit di Paris setelah menjalani transplantasi wajah Januari lalu. (foto : AFP)


Hidup selama dua bulan tanpa wajah, tak bisa melihat, berbicara, bahkan mendengar. Setelah transplantasi kedua, ia merasa sehat.

Hargo.co.id, Paris – Wajah hasil transplantasi pertama Jérôme Hamon telah ‘dihapus’ tahun lalu, akibat tanda-tanda penolakan dan ketidakcocokan perawatan dengan antibiotik selama ia menderita pilek.

Selama dua bulan masa pencarian pendonor baru yang cocok, pria berusia 43 tahun itu tetap tinggal ‘tanpa wajah’ di rumah sakit.

Dia berkata “Yang pertama (transplantasi wajah pertama, red) jaringan tubuhku langsung menerima. Kali ini pun sama.”

Hamon menderita neurofibromatosis tipe 1, kondisi genetik dimana pertumbuhan sel terganggu sehingga tumbuh tumor (umumnya jinak) pada jaringan saraf di wajahnya.

BACA  Pastikan Aman Terkendali, Polres Gorontalo Kunjungi Polsek

Transplantasi pertama dilakukan tahun 2010, dan sukses, namun ia terkena flu tahun 2015 dan diberikan antibiotik. Obat itu tidak sesuai dengan pengobatan imunosupresif yang ia jalani, metode pengobatan itu dia jalani untuk mencegah penolakan material transplantasi oleh jaringan tubuhnya.

Tanda-tanda penolakan mulai nampak di akhir November 2016, wajahnya, menderita nekrosis, dan harus ‘dihapus.’

Prof Lantieri, dengan latar belakang layar monitor yang menampilkan 3 wajah berbeda Jérôme Hamon (foto : AFP)
Prof Lantieri, dengan latar belakang layar monitor yang menampilkan 3 wajah berbeda Jérôme Hamon (foto : AFP)

Hamon hidup tanpa wajah, tak bisa melihat, berbicara, bahkan mendengar hingga Januari 2017, di sebuah kamar di rumah sakit Georges-Pompidou, Paris, hingga pendonor wajah yang cocok ditemukan dan transplantasi kedua dilakukan.

Untuk menghindari penolakan lebih lanjut, Hamon – dijuluki “pria dengan tiga wajah” oleh media Prancis – memiliki perawatan khusus untuk membersihkan darah sebelum transplantasi.

‘Oh, Ini Bagus’

Wajah barunya nampak halus dan tampak kaku. Tengkorak, kulit dan wajahnya belum sepenuhnya sejajar. Meski demikian ia sangat positif dengan kesembuhannya.

“Jika aku tidak menerima wajah baru ini, pasti akan mengerikan. Ini masalah identitas… Tapi di sinilah kita, dan itu bagus, inilah aku,” katanya kepada kantor berita AFP dari rumah sakit, di mana ia masih dirawat.

“Aku 43 dan donornya 22, jadi saya 22 lagi,” candanya kepada TV Prancis.

“Hari ini, kita tahu bersama bahwa transplantasi ganda itu terbukti dapat dilakukan, bukan lagi merupakan penelitian,” katanya kepada surat kabar Le Parisien.

Ahli anestesi, Bernard Cholley mengatakan: “Orang yang kehilangan wajahnya dan kemudian harus menunggu sebuah hipotesis transplantasi dengan waktu yang tak pasti – belum pernah terjadi sebelumnya di sini.”

“Aku kagum dengan keberanian seorang pasien, yang telah mampu melewati cobaan seperti itu.” sambung Bernard. (hg/rah/bbc/afp)


Komentar