Selasa, 17 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jika Lutung Hitam Turun Dari Lereng Gunung Merapi, Tanda Erupsi Sudah Dekat

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Jumat, 25 Mei 2018 | 09:17 Tag:
  

Hargo.co.id, JOGJA – Sejumlah satwa sudah turun dari kawasan hutan lereng Gunung Merapi. Sebagaimana dilaporkan Jawa Pos Radar Jogja, sejumlah kera ekor panjang, rusa, kancil, dan babi hutan sudah meninggalkan habitat asli mereka, Kamis (24/5).

Turunnya satwa terjadi di daerah Srumbung, Magelang, juga Hargobinangun, Pakem, Sleman. Bahkan, kantor Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) juga didatangi satwa yang meninggalkan lereng Merapi.

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGM Akhmadi menyatakan, turunnya satwa bisa disebabkan minimnya persediaan makanan. Biasanya, kalau aktivitas gunung sudah menurun, satwa kembali ke habitatnya.

”Indikasi dari migrasi atau berpindah tempat biasanya untuk mencari tempat yang lebih aman. Bisa dari faktor erupsi atau ketersediaan pangan,” jelasnya ketika ditemui di kantor TNGM kemarin.

Turunnya kera ekor panjang di Srumbung sejatinya terjadi Rabu siang, tapi baru dilaporkan kemarin kepada TNGM. Sementara itu, turunnya satwa di kawasan Hargobinangun terdeteksi sejak Kamis pagi hingga siang.

Terkait dengan anggapan bahwa turunnya satwa menjadi tanda bakal adanya erupsi, Akhmadi meminta warga tidak termakan isu. Soal kemungkinan ledakan dahsyat, masyarakat diminta untuk waspada dan memperhatikan setiap arahan pihak berwajib. Warga tidak perlu takut berlebihan.

Akhmadi mengimbau masyarakat tidak perlu takut. Terlebih, lanjutnya, satwa yang turun tidak termasuk lutung hitam. Menurutnya, migrasi lutung hitam menjadi penanda bahwa erupsi sudah sangat dekat, sebagaimana pada erupsi besar 2010.

Akhmadi menjelaskan, lutung hitam tidak pernah berinteraksi dengan manusia. ”Lutung hitam sangat menjauhi permukiman warga. Kalau sampai migrasi hingga ke kebun warga, ada kemungkinan terjadi erupsi dalam waktu dekat. Untuk saat ini, lutung hitam belum terdeteksi,” jelasnya.

Kepala Resort Pakem Turi TNGM Teguh Wardaya membenarkan laporan tentang gerombolan kera yang turun gunung. Dia telah mengimbau pedagang untuk mengunci rapat kios. Tujuannya, menghindari penjarahan barang dagangan oleh kera ekor panjang.

”Sudah saya imbau untuk dikunci agar kera tidak mengambil barang dagangan. Sampai saat ini, belum ada laporan perusakan oleh kera, tapi akan terus kami evaluasi,” ujarnya. (dwi/JPR/c11/ang/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar