Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jika Tak Ingin Divaksin, Jangan Membahayakan Orang Lain

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Kab. Bone Bolango Legislatif , pada Jumat, 15 Januari 2021 | 22:05 WITA Tag: , ,
  Amran Mustafa, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bone Bolango (kiri) saat menghadiri kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 yang digelar di RSUD Toto Kabila. (Zulkifli Polimengo/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 29 orang pejabat dari berbagai unsur yang ada di Kabupaten Bone Bolango, telah selesai menjalani Vaksinasi Covid-19 perdana yang di gelar di RSUD Toto Kabila pada Jumat (15/01/2021).

Salah satunya adalah Anggota Komisi III DPRD Bone Bolango Amran Mustapa, yang mengaku merasakan kondisi tubuhnya yang normal seperti biasanya. Baik sebelum, maupun setelah menjalani vaksinasi Covid-19.

BACA  Usai Ikuti Vaksinasi Tahap II, Kapolres Pohuwato Minta Masyarakat Jangan Takut

“Jadi proses yang kita jalani hari ini adalah, kita peserta diharuskan melalui 4 meja. Meja registrasi, meja pemeriksaan kesehatan atau intervieuw, meja vaksinasi, dan yang terakhir meja pemantauan setelah menjalani vaksinasi. Perasaan saya sebelum dan sesudah divaksin juga biasa-biasa saja, bahkan saya hampir tidak merasakan sama sekali proses penyuntikannya,” ujar Amran Mustapa.

Lebih lanjut Amran Mustapa juga mengungkapkan, dalam menjalani vaksinasi itu dirinya tidak ada persiapan khusus, melainkan berjalan begitu saja dengan lancar dan aman. Namun ketika ditanyai wartawan tentang imbauan ke masyarakat, Amran menuturkan bahwa sebenarnya jika ada yang tidak ingin di vaksin, maka jangan membahayakan orang lain.

BACA  Plt. Bupati Boalemo Resmikan Pasar Rakyat KTM Bongo III

“Sebenarnya kalau tidak mau diaksin Covid-19, jangan membahayakan orang lain. Jika yang tidak mau divaksin, ya harus tetap berada di rumah. Dalam artian jika tidak mau divaksin kemudian dia berbaur dengan orang lain, maka dia sama saja membahayakan orang lain,” ungkap Amran Mustapa.

BACA  Wagub Serahkan PAFI Awards 2021 Ke Tokoh Farmasi di Gorontalo

Amran Mustapa juga menambahkan, dimana menurutnya yang menjadi pidana itu bukan karena mau atau tidak mau divaksin, akan tetapi dari sisi membahayakan orang lain, maka menurutnya disinilah negara hadir.(adv/zul/hg)


Komentar