Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jika Tak Terbukti, Golkar Akan Persoalkan Rekomendasi Bawaslu ke DKPP

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Gorontalo Headline Kabar Politik , pada Jumat, 16 Oktober 2020 | 00:05 WITA Tag: , , ,
  Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua DPD I partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie angkat bicara soal rekomendasi yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo untuk KPU Kabupaten Gorontalo terkait penetapan pasangan calon Nelson Pomalingo dan Hendra Hemeto.

Dengan tegas Rusli Habibie menyatakan, jika nantinya rekomendasi Bawaslu itu tak terbukti, maka dirinya akan mempersoalkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

BACA  Sukseskan Pilkada, Tanpa Klaster Baru

“Saya punya tim hukum. Kalau sampai rekomendasi itu tidak benar dan ditolak, kita akan tuntut balik oknum-oknum Bawaslu yang sengaja merekomendasikan hal-hal yang belum positif. Gugatan itu harus dikaji dengan benar, apa ada pelanggaran atau tidak. Makanya, jika tak terbukti ini kami akan membawanya ke DKPP,” tegas Rusli Habibie, usai meresmikan Gedung IPWL Ummu Syahidah, Kamis (15/10/2020)

BACA  Gorontalo Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Pencanangan Kampung Siaga Bencana

Rusli Habibie juga menyoroti independensi penyelenggara dan pengawas pemilu. Sebab, kata Rusli Habibie, salah satu kunci sukses tidaknya Pilkada bergantung dari independensi penyelenggara dan pengawas.

“Saya minta KPU dan Bawaslu yang laksanakan Pilkada harus netral. Jangan hanya memproses laporan-laporan dari satu tim paslon saja. Semua laporan harus diproses. Jangan karena ada unsur keluarga, kemudian diprioritaskan. Dan ini sudah pernah saya alami, kalau kita turun kampanye, dari Bawaslu Provinsi hingga ke Kecamatan turun di kampanye kami. Tapi, calon lain dibiarkan. Ini indikasi ke sana sudah ada. Dan saya sudah instruksikan ke seluruh kader Golkar untuk melawan,” pungkas Rusli Habibie.(rwf/hg)

BACA  Ini Cara Polisi Tangani Pelanggar Protokol Kesehatan di Gorontalo

Komentar