Sabtu, 30 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jika Terbukti Buka Praktek Aborsi, Dukun Beranak Terancam 15 Tahun Penjara

Oleh Mufakris Goma , dalam Metropolis , pada Senin, 20 Januari 2020 | 17:17 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Seorang dukun beranak yang diduga melakukan praktek aborsi yang diamankan oleh Personel Polsek Kota Timur dan Polres Gorontalo Kota pada Minggu (19/01/2020), hari ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan terancam akan dijerat hukuman penjara selama 15 tahun.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro S.I.K. MT, dalam Press Conference yang digelar pada Senin (20/01/2020) di Mapolres Gorontalo Kota.

Di depan awak media, Kapolres Gorontalo Kota menjelaskan, di mana kasus ini terjadi pada Sabtu (18/01/2020) saat sepasang kekasih berinisial YM dan JRH yang belakangan diketahui adalah warga Paguyaman yang masih berstatus sebagai mahasiswa, mendatangi tersangka berinisial SU, dengan maksud ingin menggugurkan kandungan yang ada pada tubuh wanita tersebut.

“Kepada pasangan tersebut, tersangka SU memintakan uang sebesar Rp 4 juta sebagai syarat untuk biaya obat-obatan dan peralatan pada proses pengguguran. Namun dalam proses itu wanita tersebut mengalami pendarahan dan kesakitan sehingga disarannkannya untuk dibawa ke rumah sakit. Sementara bayi yang telah lahir itu ditinggalkan di rumah tersangka SU,” jelasnya.

Lanjut AKBP Desmont Harjendro S.I.K MT yang didampingi Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar, S.Sos., S.H juga menerangkan, pihak rumah sakit merasa curiga atas kondisi yang dialami oleh wanita tersebut hingga menginformasikan ke Anggota Polres Gorontalo Kota.

“Dari informasi tersebut personel kami lalu melakukan pengecekan ke rumah tersangka SU hingga mengamankannya. Namun bayi tersebut sudah tidak berada di rumah itu. Keterangan tersangka, bayi tersebut masih sempat berada di tangan anaknya dan ditawarkan kepada tetangga, dengan catatan jika ingin memiliki bayi itu, harus membayar Rp 3 juta dengan alasan sebagai biaya pengobatan ibu dari bayi yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit,” ungkapnya.

Polisi lantas melakulan pengembangan hingga berhasil menemukan bayi tersebut di rumah SR yang berada di Jalan Sawit I, Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Sebelumnya menurut keterangan tersangka SU kepada Polisi, setelah menerima bayi tersebut SR akan mentransfer uang kepada tersangka, namun dikarenakan dalam waktu 1 malam belum juga ditransfer, maka tersangka menjemputnya di rumah SR.

Hingga kini, pihak Kepolisian Resor Gorontalo Kota masih melakukan pendalaman terkait kasus dugaan praktek aborsi yang sesuai informasi masyarakat, telah dilakoni oleh tersangka SU lebih dari 10 tahun.

Menurut pihak Kepolisian, kasus ini dapat dikatakan praktek aborsi, karena kondisi kandungan yang akan digugurkan tersebut, belum waktunya untuk dilahirkan, hanya saja sepasang mahasiswa ini menginginkan bayi itu untuk di gugurkan.

Jika terbukti bersalah, tersangka SU akan dijerat dengan Pasal 194 tentang Undang-Undang kesehatan, junto pasal 83 tentang Undang-Undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.(zul/hg)

Loading spinner

Komentar