Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jika Terjadi Kerumunan, Kapolres: Siap-siap Dibubarkan 

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Metropolis , pada Minggu, 9 Mei 2021 | 03:53 WITA Tag: , ,
  Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro AP, SIK, MM. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021, aktivitas warga mulai mengalami peningkatan, terlebih pada malam pasang lampu atau Tumbilotohe yang merupakan budaya tahunan masyarakat Gorontalo.

Dari pantauan langsung Tim liputan Hargo.co.id pada Sabtu (08/05/2021), beberapa ruas jalan di Kota Gorontalo nampak padat dengan kendaraan warga, khususnya di lokasi yang menyelenggarakan malam pasang lampu atau Tumbilotohe.

Namun begitu pihak Polres Gorontalo Kota bersama dengan TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, telah melakukan upaya-upaya pengawasan dan pengamanan di setiap titik yang dianggap rawan terjadi kerumunan dan kemacetan.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kerumunan warga, kami dari Polres Gorontalo Kota dibantu dari jajaran TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, melakukan upaya pengawasan dan pengamanan di setiap titik yang dianggap rawan terjadi kerumunan dan kemacetan tersebut. Ini telah kita siapkan sejak awal melalui rapat bersama unsur terkait,”kata AKBP Desmont Harjendro A.P. S.I.K., M.m. (Kapolres Gorontalo Kota).

Lanjut Mantan Kapolres Bone Bolango itu juga mengungkapkan, bahwa pihaknya hanya mempersilahkan warga melintasi tempat pelaksanaan Tumbilotohe, namun dilarang untuk turun dan memarkir kendaraan di lokasi tersebut.

“Jadi warga kita persilahkan untuk melintas dengan kendaraannya masing – masing dan tidak boleh berhenti apalagi turun dari kendaraan, terlebih memarkir kendaraannya di sepanjang jalan pelaksanaan kegiatan. Semuanya kita telah persiapkan mulai dari mengatur lalu lintas, membuat jalur kendaraan menjadi 1 arah, hingga menempatkan personel di sejumlah titik dan melakukan patroli,”ungkap AKBP Desmont Harjendro A.P. S.I.K., M.m.

Saat diwawancarai awak media, Kapolres Gorontalo Kota juga menegaskan, pihaknya tak segan – segan untuk membubarkan warga dengan cara yang humanis, jika ditemukan berkerumun.

“Kalau sampai kita temukan ada warga yang berkerumun, maka harus terima resikonya kita akan bubarkan dengan cara yang humanis. Kita tidak melarang, namun harus sesuai aturan dan anjuran pemerintah dalam rangka memutus penyebaran wabah Covid-19,”tegas Kapolres Gorontalo Kota.

Ia juga tak lupa mengajak seluruh warga masyarakat khususnya di Kota Gorontalo untuk dapat bersama – sama menjaga dan mematuhi protokol kesehatan, karena saat ini wabah Covid-19 masih belum berakhir, dan dikhawatirkan akan munculnya klaster baru yang masih mengintai warga masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Gorontalo Kota.(zul/hargo)

BACA  Sepekan, Polres Gorontalo Vaksin 1.200 Warga 

Komentar