Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jika Thariq Modanggu Berlabuh ke Golkar, Hamzah Sidik Pilih Mundur 

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kabar Politik Sekitar Anda , pada Rabu, 16 Maret 2022 | 08:05 Tag: , ,
  Ketua DPD II Partai Golkar Gorontalo Utara, Hamzah Sidik

Hargo.co.id, GORONTALO – Pernyataan mengejutkan disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik, yang mana dirinya akan mundur jika Thariq Modanggu berlabuh ke Parpol berlambang Beringin itu. 

Penegasan tersebut disampaikan Hamzah Sidik ketika wartawan meminta tanggapannya jika Thariq Modanggu tergoda ingin bernaung di bawah Pohon Beringin. Maklum, Thariq Modanggu kini banyak diincar Parpol beberapa bulan terakhir ini. Bahkan Thariq Modanggu ikut uji kelayakan dan kepatutan untuk duduk sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Gorontalo Utara.     

“Jika Thariq Modanggu ingin berkarya Partai Golkar, maka saya Hamzah Sidik siap mundur dari Ketua DPD II Gorontalo Utara. Masa orang yang ingin berkarya kita tolak. Kita berikan dia karpet kuning. Tidak boleh kita bertahan karena karya kekaryaan itu akan lebih progres, masif dan sistemik, ketika dia di-drive dari eksekutif,”  tegas Hamzah Sidik.

Eksekutif itu mengeksekusi kata Hamzah Sidik. Maka karya-karya itu akan lebih nyaman lebih enak di-drive melalui lembaga eksekutif. Karena Thariq Modanggu berada di lembaga eksekutif maka akan enak. Ketika dia masuk silahkan melakukan yang bermanfaat bagi rakyat, silahkan berkarya.

“Kita akan beri tempat dia di Partai Golkar,” tegasnya lagi. 

Hamzah Sidik lantas mengungkapkan jika di Partai Golkar ada mekanismenya. Namun, ada juga diskresi dari pimpinan. Jadi barang ini tidak rigid atau kaku, barang ini bukan kitab suci, AD/ART juga, karena yang tidak boleh direvisi ini hanya kitab suci. 

“Yang lain ini ada manajemen exit-nya. Seperti diskresi dari pimpinan atau ketua umum, ada kasus lain seperti yang harus jadi ketua itu, minimal 5 tahun di Partai Golkar, punya ini itu,” paparnya.

Tapi lanjut Hamzah Sidik, ditutup klausul terakhir, jika tidak memenuhi ketentuan di atas maka ada diskresi dari ketua umum. Itu pernah terjadi kepada Alm. Indra Yasin, dia maju menjadi Ketua DPD II melawan Thomas Mopili. Sebenarnya tak memenuhi syarat, tapi mendapat diskresi dari ketua umum.

 “Contoh yang paling mutakhir yakni pak Rusli Habibie. Tidak boleh Ketua DPD I karena sudah dua periode. Tapi dapat diskresi dari ketua umum Airlangga Hartarto, dan itu boleh tiga periode dan satu-satunya yang tiga periode hanya pak Rusli Habibie,” jelasnya.

Berdasarkan pemaparan Hamzah Sidik, ketika Thariq Modanggu tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Gorontalo Utara, maka dapat melalui jalur diskresi dari ketua umum. 

“Saya lebih mengedepankan soal bagaimana akselerasi pembangunan kepada rakyat itu bisa di-drive dari eksekutif melalui kader partai. Jika muncul pertanyaan, apakah Thariq Modanggu akan bergabung dengan Partai Golkar? Saya tegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai modern yang sangat terbuka. Siapa saja yang ingin bergabung, silahkan, karena Golkar memiliki ideologi karya kekaryaan dan siapa yang ingin berkarya, Partai  Golkar terbuka untuk siapa saja,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 331 times, 1 visits today)

Komentar