Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jokowi Bisik-bisik dengan Menteri, 2019 Miliki Tol 1.800 Km

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi , pada Selasa, 26 September 2017 | 13:56 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id UNGARAN – Presiden Joko Widodo mengatakan, jika pada tahun 2019 setelah semua jalan tol selesai, total panjangnya bisa mencapai 1.800 kilometer.

Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut saat meresmikan jalan Tol Semarang – Solo ruas Bawen – Salatiga, Senin (25/9) kemarin.

Sebelumnya, peresmian tol sempat tertunda beberapa kali. Jokowi menjelaskan, jika hambatan dalam pembangunan infrastruktur tol adalah masalah pembebasan lahan.

Dijelaskan Jokowi, sejak dibangun jalan tol Jagorawi pada 1977, banyak negara tetangga yang datang dan meniru konsep dan melakukannya.

Namun kini, Indonesia hanya memiliki jalan tol sepanjang 780 kilometer. Sementara negara negara lain yang dulu meniru kini sudah memiliki ribuan kilometer jalan tol.

BACA  RKB BRI Siap Kembangkan Inovasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Setelah dipelajari, lanjut Jokowi, ternyata problemnya adalah pada pembebasan lahan. Kini kunci itu sudah ketemu. “Kalau soal pembangunan konstruksi, semua ilmunya sama,” kata Jokowi.

Ia menambahkan, tiga tahun lalu, dirinya sudah menyampaikan ke Menteri Pekerjaan Umum dan BUMN bahwa target jalan tol di Indonesia dalam lima tahun masa pemerintahan adalah 1.200 kilometer.

“Tadi bisik – bisik dengan menteri, pada tahun 2019 setelah semua jalan tol selesai, jumlahnya bisa mencapai 1.800 kilometer. Artinya, kita bisa ngebut,” papar Jokowi disambut tepuk tangan para tamu undangan.
“Problemnya hanya di pembebasan lahan. Kuncinya sudah ketemu. Kalau soal konstruksi, dengan negara lain kita tidak kalah. Asal tanahnya bebas. Inilah yang terus kita kejar,” ujar Jokowi saat peresmian tol ruas Bawen – Salatiga di exit tol Tingkir.

BACA  November Cerita Bersama Aston Gorontalo Hotel dan Villas

Untuk meminimalisasi hambatan dalam pembangunan tol Semarang- Solo, seperti halnya pembebasan lahan, pihaknya sangat berharap kepada kepala desa dan camat untuk ikut membantu dalam pembebasan tersebut. Di mana pembangunan tol Semarang – Solo ditargetkan rampung pada akhir 2018.

BACA  Ini 6 Saran Ekonom ke Pemerintah Agar RI Keluar dari Jurang Resesi

Selesainya pembangunan tol ruas Bawen – Salatiga merupakan kerja keras dari sebuah konsorsium. Konsorsium tersebut terdiri atas Trans Marga Jateng, pihak swasta, dan Pemprov Jateng. “Peran kades camat harus bisa menyampaikan ke masyarakat desa,” katanya.

Pada 2018, ia berharap pembangunan Tol Trans Jawa rampung, dan di awal 2019 dapat dioperasionalkan. Menurutnya, selesainya ruas tol Bawen – Salatiga dapat menjadi percontohan bagi pembangunan tol yang lain.

“Artinya kita ngebut itu bisa. Gabungan konsorsium itu mengerjakan bersama-sama. Kalau kita bekerja di semua lokasi tol seperti itu pembiayaan dan pengerjaan lebih cepat,” ujarnya.

Laman: 1 2


Komentar