Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jokowi Resmikan Fasilitas Tiga Pelabuhan di Maluku Utara

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Selasa, 9 Mei 2017 | 05:00 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id MALUKU UTARA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tiga fasilitas pelabuhan di Maluku Utara, Senin (8/5). Ketiganya adalah Pelabuhan Tapaleo, Pelabuhan Wayabula dan Pelabuhan Bicoli yang dipusatkan di Pelabuhan Laut Tapaleo, Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah.

Dalam arahannya, Jokowi menegaskan pentingnya fasilitas pelabuhan untuk menghubungan berbagai daerah di Tanah Air yang memiliki 17.000 pulau.

“Semuanya memerlukan pelabuhan tetapi baru sebagian kecil yang ada pelabuhannya,” kata Jokowi.

Karema itu, pemerintah memberikan prioritas pada daerah yang benar-benar memerlukan pelabuhan maupun pengembangan fasilitas pelabuhan.

“Misalnya di sini, di Tapaleo. Ini sudah menjadi prioritas dan sudah tiga tahun dikerjakan. Alhamdulilah hari ini bisa selesai,” ujar mantan wali kota Surakarta itu.

Setelah diresmikan, Jokowi meminta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk meningkatkan frekuensi kapal dimana saat ini hanya dua minggu sekali kapal yang berlabuh di Tapaleo.

”Tadi juga sudah bisikkan ke menteri perhubungan agar frekunesi kapal yang datang ke Tapaleo ini lebih banyak lagi,” umgkap dia.

Penambahan kapal dapat ditingkatkan menjadi seminggu satu kali atau bahkan menjadi satu hari satu kali. Selain itu, memhub juga diminta membangun bandara di Halmahera.

“Bandara yang representatif, yang bisa turun paling tidak pesawat-pesawat tengah, tidak usah yang badan lebar. Tapi ada rutin pesawat yang harus turun,” pintanya.

Dalam laporannya, Menhub Budi Karya mengatakan bahwa Pelabuhan Tapaleo, Pelabuhan Wayabula dan Pelabuhan Bicoli merupakan 3 pelabuhan di antara 34 pelabuhan yang ada di Maluku Utara.

Pelabuhan Tapaleo dibangun selama tiga tahun dengan output yang dihasilkan berupa pembangunan dermaga tipe finger sepanjang 56 meter.

“Dengan kedalaman lima meter hingga 14 meter untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1.000 DWT,” ucap Budi.(hg/fat/jpnn)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar