Rabu, 16 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jokowi Temui PM Australia: Demi Hubungan Ekonomi yang Saling Terkait

Oleh Mufakris Goma , dalam Kabar Dunia , pada Selasa, 11 Februari 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  BERMITRA: Presiden Jokowi berbicara di depan parlemen Australia di House of Representatives Chambers kemarin. (SETPRES)


Hargo.co.id– Sejumlah isu dibahas dalam Annual Leader’s Meeting antara Indonesia dan Australia di Canberra kemarin (10/2). Mulai hubungan diplomatik kedua negara, kebakaran hutan, hingga perjanjian kemitraan strategis serta kerja sama keselamatan transportasi.

Pertemuan kali ini sekaligus menjadi penanda 70 tahun hubungan bilateral kedua negara. Indonesia, tutur Presiden Jokowi, akan selalu bersama masyarakat Australia dalam berbagai kondisi. ”A friend in need is a friend indeed (seorang teman yang hadir di kala dibutuhkan adalah teman sejati),” ujar Jokowi seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di gedung parlemen Australia.

BACA  Teroris Christchurch Dihukum Seumur Hidup Tanpa Pembebasan Bersyarat

Menurut dia, kedua negara harus terus bekerja keras untuk hubungan yang lebih kukuh ke depan.

Sedikitnya ada dua kerja sama yang ditandatangani menteri kedua negara. Pertama adalah Plan of Action of Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership yang ditandatangani Menlu RI dan Menlu Australia. Kemudian, MoU (nota kesepahaman) Concerning Transportation Security Cooperation yang ditandatangani Menhub RI dan Menhub Australia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan bahwa ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA/Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia) telah selesai. ”Berarti ke depan hubungan ekonomi kedua negara secara komprehensif akan lebih maju. Hasilnya juga harus lebih dirasakan rakyat kedua negara,” lanjutnya.

BACA  Inggris dan Prancis Terlibat Aksi Saling Balas, Gegara Karantina COVID-19

Sementara itu, Morrison memuji Indonesia sebagai negara yang ekonominya akan menjadi salah satu yang paling besar di seluruh dunia. ”Dari kesepakatan yang saling menguntungkan ini, akan memastikan bahwa ekonomi kita akan saling terkait selama beberapa lama ke depan,” ujarnya.

BACA  Aktor Pemeran Black Panther Chadwick Boseman Meninggal Dunia

Seusai pertemuan, Jokowi berbicara di depan parlemen Australia di House of Representatives Chambers. Menurut Jokowi, pada 2050 hubungan kemitraan kedua negara mencapai usia seabad. Itu merupakan momen krusial.

”Pada tahun 2050 Indonesia dan Australia akan bertransformasi menjadi pemain besar di kawasan dan dunia,” ucapnya.

Kemitraan tersebut tidak saja bermanfaat bagi kedua negara, tetapi juga bagi kawasan sekitar maupun dunia internasional.

*Berita in juga terbit di jawapos.com edisi selasa 11 februari 2020


Komentar