Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Juara Tilawah yang Sempat Dipukul Pelepah Kelapa

Oleh Fajriansyach , dalam Features Gorontalo Ragam , pada Selasa, 22 Mei 2018 | 17:24 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Menuju sukses memang tidak mudah. Banyak rintangan yang mesti dilewati, termasuk Fatrawati Ismail (33). Juara tilawah pada MTQ tingkat Provinsi Gorontalo ini punya kisah tersendiri hingga meraih juara tilawah.

Franco / Limboto

Namanya didaftarkan sebagai utusan Kelurahan Bulota untuk mengikuti Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Limboto saat usianya masih remaja. Tapi Fatrawati masih kurang percaya diri. Apalagi, sebelum itu kemampuanya membawakan ayat suci Alquran sempat diragukan saat gelaran tadarus Alquran di rumah dinas camat.

Ia menolak. Ketika itu, Fatrawati lebih memilih mengikuti olahraga volly dari pada mengaji. Sebagai remaja, ia lebih menggemari vollyball, olahraga yang digandrungi anak muda Limboto kala itu. Namun orang-orang terdekatnya termasuk sang ibu Maimun Husin yang paham betul dengan bakat Fatrawati, ngotot meminta agar buah hatinya itu bisa tampil di MTQ tingkat kecamatan.

Memang, sejak usia 16 tahun Fatrawati sudah mulai digembleng belajar Alquran. Ia bahkan ikut program pemerintah ‘memberantas buta baca tulis Alquran’.

BACA  Sukses Pimpin Pohuwato II Periode, Gubernur Puji Syarif Mbuinga

“Pada penjaringan pertama saya belum ikut, karena memang pada saat itu belum tumbuh keinginan untuk belajar baca Alquran,”ujarnya. Ibunya, Maimun Husin mendirikan tempat pengajian Alquran (TPA), selain untuk mengajar anak-anak disekitar, juga untuk membimbing Fatrawati mengaji. Namun ia masih kurang tertarik. Fatrawati lebih memilih main volly daripada mengaji. Maimun tak tinggal diam.

Ia terus mendorong Fatrawati bersama adiknya untuk terus belajar Alquran. “Bahkan pernah saya dipukul dengan ujung pelepah daun kelapa, kemudian diantar sampai ke TPA tempat kami belajar,”kenang Fatra sapaan Fatrawati. Untuk menambah semangat belajar Alquran, sang ibu beberapa kali mengundang Ustadz atau Ustadzah untuk datang mengajar ke TPA cabang.

Hingga kurang lebih enam bulan,  lancar baca Qur’an sekaligus Makhroj dan Tajwidnya. “Nah saat itu sedang penjaringan atlit untuk ikut turnamen tingkat kabupaten. Saya harus memilih. Cukup sulit. Tapi entah kenapa, saya balik ke rumah dan memilih mengaji,”ceritanya. Ia kemudian memperdalam tilawah.

BACA  Digelar Virtual, RAT KPRI Wiyowa Dibuka Wagub Idris Rahim

Saat gelaran MTQ Kecamatan, ia masih kurang percaya diri. Sebab saat pelaksanaan tadarus di rumah camat, sempat ada suara sumbang tentang kemampuanya.

“Pak Masri Ahmad dan Nasir Pomalango yang meyakinkan saya untuk tetap ikut dalam ajang tersebut,”katanya. Akhirnya, ia terdaftar sebagai utusan kelurahan. Ia kemudian memusatkan latihan sepekan penih. “Waktu tiba pelaksanaan MTQ. Saya yang masih pemalu, sangat nervous dan tampil apa adanya. Kebetulan saat itu saya belum tau susunan lagu dan nagomnya, saya ikut saja apa yang sudah diajarkan.

 Alhamdulillãh hasilnya pun tidak mengecewakan, saya menjadi terbaik kedua untuk tilawah tingkat remaja waktu itu,” kata Fatrah. Karena prestasinya tersebut, ia menjadi perwakilan Kabupaten ke perhelatan MTQ se Proviinsi Gorontalo. Di tingkat Provinsi, ia justeru menjadi juara. “Tidak terbayangkan betapa senang dan sukacitanya mama saya yang kebetulan hadir saat pengumuman kejuaraan itu.

BACA  Kapolres Bone Bolango Bersama Personelnya Datangi Pasar Boludawa

Semangatnya untuk menjadikan anaknya lancar baca Quran berbuah manis. Mama menangis dan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah,” ucap Fatra.

Anak sulung dari dua bersaudara yang mengidolakan Qori Internasional Sarini Abdullah ini kemudian menjadi utusan Gorontalo pada MTQ Nasional 2018 nanti di Medan, Sumatera Utara.

Ia menargetkan juara 3 nasional dalam ajang itu. Terlepas dari keiukutsertaanya di MTQ Nasional nanti, ia mengaku terus bersyukur karena ternyata bisa membanggakan orang tua dan daerah. Terlebih pada MTQ Provinsi di Pohuwato 2016 lalu, ia mendapat tiket ke tanah suci dari Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.

Dan pada tahun ini, Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo memberinya porsi haji. “Dan semoga hal ini pula bisa menginspirasi teman-teman semua untuk terus belajar belajar dengan niat meraih ridho Allah,” kata Fatra. (Hg)


Komentar