Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Juliari Batubara Didakwa Terima Suap Bansos Rp 32 Miliar

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 21 April 2021 | 14:35 WITA Tag: , , ,
  Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara memasuki mobil tahan usai menjalani pemeriksaan intensif di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (6/12/2020). KPK resmi menahan dan menetapkan Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya di Kementerian Sosial, terkait dengan bantuan sosial Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020. (MUHAMAD ALI/JAWAPOS)


Hargo.co.id, JAKARTA – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap senilai Rp 32,48 miliar terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi Covid-19, untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Juliari dinilai memotong Rp 10 ribu dari setiap paket pengadaan bansos.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi menjelaskan, Juliari menunjuk Adi Wahyono sebagai kuasa pengguna anggara (KPA) pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Tahun 2020. Adi Wahyono ditunjuk sebagai KPA pada 14 Mei 2020, atau sekitar dua bulan setelah wabah virus korona atau Covid-19 masuk ke Indonesia.

BACA  Sidang Suap Bansos Covid-19, Sejumlah Pejabat di Kemensos Kecipratan Rp 32 M dari Juliari

“Setelah terdakwa (Juliari Peter Batubara) menunjuk Adi Wahyono sebagai KPA, maka terdakwa memerintahkan agar Adi Wahyono mengumpulkan uang fee sebesar Rp 10 ribu per paket dari penyedia guna kepentingan terdakwa,” kata Jaksa Ikhsan Fernandi membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (21/4).

Selain memerintahkan Adi untuk memotong Rp 10 ribu perpaket bansos, Juliari juga disebut memerintahkan Adi Wahyono berkoordinasi dengan Kukuh Ary Wibowo selaku Tim Teknis Menteri Sosial dalam pelaksanaan pengadaan bansos Covid-19.

“Selanjutnya Adi Wahyono menyampaikan perintah dari terdakwa tersebut kepada Hartono, Dirjen Linjamsos Kemensos Pepen Nazaruddin, dan Matheus Joko Santoso,” ucap Jaksa Ikhsan.

BACA  Densus 88 Tangkap Eks Sekjen FPI Munarman

Matheus Joko Santoso yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos selanjutnya mengumpulkan fee dari para vendor penyedia bansos Covid-19.

“Selain itu Matheus juga mengumpulkan uang fee operasional dari para penyedia bansos guna biaya kegiatan operasional terdakwa dan kegiatan lainnya di Kemensos,” ujar Jaksa Ikhsan.

“Terdakwa selaku Menteri Sosial RI sekaligus pengguna anggaran di Kemensos RI mengetahui atau patut menduga uang-uang tersebut diberikan karena terkait dengan penunjukan PT Pertani (Persero), PT Mandala Hamonangan Sude, dan PT Tigapilar Agro Utama, serta beberapa penyedia barang lainnya dalam pengadaan bansos sembako,” ungkap Jaksa Ikhsan.

BACA  Ceramah soal KRI Nanggala 402, Ustaz Ruddin Menangis saat Berdoa Lalu Meninggal di Mimbar

Juliari Batubara didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.(ksw/mr/jawapos/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Eks Mensos Juliari Batubara Didakwa Terima Suap Bansos Rp 32 Miliar“. Pada edisi Rabu, 21 April 2021.

Komentar