Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jumlah Anjing di Boalemo Tembus Angka 25 Ribu, Pemicu Kasus Rabies

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Sabtu, 9 Juli 2022 | 06:05 Tag: ,
  Ilustrasi. Saat ini di Boalemo jumlah anjing mencapai 25 ribu ekor, dan menjadi pemicu munculnya kasusu rabies. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jumlah anjing di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, sekitar 25 ribu. Ini diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Boalemo, Sumari. Dikatakan, untuk jumlahnya, diupdate setiap bulan.

Ia berkata, dengan banyaknya anjing ini, otomatis berpotensi memicu munculnya kasus rabies. Apalagi, Gorontalo Daerah endemis rabies. Namun untuk datanya, dokter hewan ini, mengarahkan wartawan menghubungi Dinas Kesehatan Boalemo.

“Terkadang masyarakat ketika digigit anjing, terlambat melapor ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Saya sarankan, kalau digigit anjing, harus segera melapor, supaya ada penanganan secara cepat,” kata Sumari, dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Rabu, (06/07/2022).

Dijelaskannya, gejala rabies ada macam-macam. Pertama, gejala yang nampak. Hewannya akan menunjukkan gejala yang ganas, seperti menggigit semua yang ada di dekatnya, dikarenakan virus rabies sudah menyerang ke otaknya.

Kemudian, takut pada sinar. Anjing rabies suka bersembunyi di tempat-tempat gelap dan takut pada air. Seolah-olah dia melihat bayangannya di air ini, lebih besar lagi. Jadi, masyarakat bisa mendeteksi apabila ada anjing terpapar virus rabies.

“Ada lagi rabies yang tipe lemah, tampak biasa. Misalnya ketika dipanggil nama, akan datang ke tuannya. Dan ketika dia menggigit, Si Tuan nggak ngerasa. Dikiranya gigitan biasa. Jadi mereka nggak ke Puskesmas, atau berobat. Sehingga bisa tertular virus,” kata Sumari.

Menurutnya, yang lebih mengkhawatirkan,  justru gigitan anjing tipe biasa tersebut. Sebab, tak menunjukkan gejala rabies. Nah, sebaiknya kata Sumari, ketika digigit, langsung dibersihkan dengan air bersih pakai deterjen pada bekas gigitannya. Kemudian, dibersihkan lagi dengan air mengalir. Selanjutnya, pakai betadine dan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat.

“Karena ini sifatnya virus, maka tak ada obatnya. Tips yang saya berikan tersebut, untuk memutus siklus rantai perputaran virusnya. Virus rabies harus diwaspadai, orang yang terkena virus ini, akan berperilaku seperti anjing,” katanya.

Sumari berharap, para pemilik anjing dapat melakukan vaksinasi secara kontinu. Karena penyebabnya virus, maka harus melakukan pencegahan dengan vaksinasi rabies. Terkait vaksinasi rabies sendiri, lanjutnya, sebenarnya pihaknya membuka laporan dari masyarakat.

“Mana yang anjingnya akan divaksin, tim akan turun. Selain anjing, kita juga kasih masukan ke masyarakat yang memelihara kucing-kucing ras juga. Supaya untuk melakukan vaksinasi secara teratur. Sebab, tidak menutup kemungkinan kucing peliharaan ini, kena gigitan anjing, lalu menyebarkan virus,” tutupnya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 101 times, 1 visits today)

Komentar