Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jumlah Kasus Perceraian di Kota Gorontalo Cukup Tinggi 

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 29 Juni 2022 | 22:05 Tag: , ,
  Aktivitas di Kantor Pengadilan Agama Gorontalo KLS 1A. (Foto: Jalal Khan)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pengadilan Agama Gorontalo KLS 1A mencatat jumlah kasus perceraian di Kota Gorontalo sebanyak 547 gugatan cerai dan 161 talak pada tahun 2021, selain itu pada tahun 2022 tercatat sebanyak 237 gugatan cerai dan 73 talak. (28/06/2022)

Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa kasus perceraian banyak terjadi disebabkan oleh ekonomi keluarga yang kurang mencukupi, campur tangan keluarga, serta orang ketiga. Pada kasus perceraian ini juga sudah tercatat bahwa lebih dominan pihak perempuanlah yang menggugat ke Pengadilan Agama.

Kasus perceraian yang terjadi pada 2021 silam semua sudah resmi diputuskan oleh hakim, sementara pada 2022 yang terkonfirmasi resmi putus hanya sebanyak 58 kasus. ada beberapa jenis kasus perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama Kota Gorontalo yakni seperti tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi, adanya campur tangan pihak keluarga dan hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga.  

“Kasus perceraian memang sudah banyak terjadi, di Pengadilan Agama itu dari tahun 2021 ada 547 gugatan cerai dan 161 talak, pada tahun 2022 ada 237 gugatan cerai dan 73 talak, kebanyakan menggugat itu adalah pihak perempuan. Kasus perceraian juga berawal jadi tidak seimbangnya ekonomi, tidak ada tanggung jawab, campur tangan keluarga dan orang ketiga. rata-rata umur yang mengurus kasus perceraian 25 tahun sampai 45 tahun,” ungkap Panitera Pengadilan Agama Gorontalo KLS 1A, Taufik Hasan Ngadi.

 Selain kasus perceraian ada juga kasus pernikahan di bawah umur, saat ini yang tercatat di Pengadilan Agama Kota Gorontalo adalah 86 kasus, dengan tujuan meminta dispensasi umur. (***)

 

Penulis : Fitri Diva Saskia/Ade Putri Nabila/Aliyul Azim: Mahasiswa Magang UNG

(Visited 224 times, 1 visits today)

Komentar