Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kabgor Terapkan Siswa Haram Bawa Handphone ke Sekolah

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo , pada Rabu, 1 Agustus 2018 | 13:37 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Dampak negatif penggunaan handphone di kalangan siswa ditekan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Langkah itu dilakukan melalui Peraturan Bupati (Perpub)/Peraturan Daerah (Perda). Aturan tersebut melarang penggunaan handhpone oleh siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Aturan pelarangan penggunaan handphone di kalangan siswa ini digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo) Kabupaten Gorontalo. Tujuannya untuk menimalisir penggunaan yang salah serta dampak negatif handphone, terutama di lingkungan sekolah.

Kepala Diskominfo Kabupaten Gorontalo, Azis Nurhamidin, perbup itu sementara dalam perumusan, dan dalam waktu dekat akan segera dikeluarkan.

“Siswa di Kabupaten Gorontalo belum sepenuhnya memahami secara benar bahaya menggunakan ponsel/gadget. Tak bisa dipungkiri pengunaan ponsel ditingkat pelajar telah menjamur, bahkan sampai di tingkat pelajar sekolah dasar (SD) juga sudah ada yang mengunakan ponsel/gadget di sekolah. Padahal mereka masih anak-anak yang masih membutuhkan pengawasan mengunakan teknologi,” ungkap Azis Nurhamidin.

BACA  Konstruksi Sudah Tua, Jembatan Bambu di Limboto Barat Butuh Perhatian

Azis menuturkan, dari pandangan kesehatan sangat jelas bila ponsel/ gadget bisa mengganggu daya nalar anak-anak. Sehingga bisa berdampak terhadap daya kritis dan kemampuan analisis karena telah dimanjakan oleh teknologi. Selain itu, dasar akan dikeluarkannya Perbup ini, karena akses siswa mengunakan gedget dalam mengakses media sosial sudah tidak terkontrol lagi.

“Untuk itu, melalui Diskominfo terus melakukan sosialisasi tentang pengunaan internet sehat yang ada disekolah-sekolah dan ditindak lanjuti dengan adanya aturan atau regulasi yang secara resmi akan diterbitkan oleh pemerintah daerah. Tak bisa dipungkiri pengawasan guru disekolah juga belum terlalu maksimal,” kata Azis.

BACA  Putra Gorontalo Kendalikan LLDIKTI Sulutenggo

Untuk mempertegas penerapan aturan baru ini, pihak sekolah ataupun Satpol PP akan melakukan razia serta pengawasan pada penggunaan ponsel di sekolah pada jam belajar. Jika masih kedapatan maka akan mendapatkan sanksi.

“Konsep ini bagian dari antisipatif pemerintah untuk seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Gorontalo, untuk menyelamatkan kehidupan mereka di masa depan. Semoga bukan hanya pemerintah dan guru saja yang melakukan pengawasan atas penggunaan gadget. Kontribusi keterlibatan orang tua siswa juga sangat diharapkan,” jelas Azis.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Lilian Rahman. Menurutnya, Dikbud sangat mendukung kebijakan selama di sekolah siswa tak boleh menggunakan handphone.

BACA  Gubernur Harap Musyawarah IV KADIN Lahirkan Pengurus yang Eksis

“Memang awalnya gadget merupakan media pembelajaran bagi anak didik. Namun, di lapangan ternyata dampak positifnya lebih kecil daripada dampak negatifnya. Akibat sibuk dengan gadget juga, mereka juga sudah tidak lagi bersosial dengan teman-teman,” kata Lilian.
Dirinya berharap agar melalui peraturan ini, para murid bisa lebih fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo Abram Badu mengatakan, setiap siswa di Kota Gorontalo tetap diberi kebijaksanaan membawa gawai ke sekolah. Pihaknya tidak melarang hal itu sepanjang gawai digunakan untuk keperluan positif dan tidak mengganggu konsentrasi belajar mengajar di dalam kelas.

Laman: 1 2


Komentar