Wednesday, 28 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kabupaten Gorontalo Dinilai Kurang Berinovasi, DPRD Prihatin

Oleh Deice Pomalingo , dalam Legislatif , pada Saturday, 19 June 2021 | 18:05 PM Tags: ,
  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Roman Nasaru. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Masuknya Kabupaten Gorontalo dalam Daftar indeks daerah yang kurang berinovasi tahun 2020 yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat sangat prihatin.

Keprihatinan DPRD tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Roman Nasaru, Jumat (19/6/2021). Menurunnya, kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi saat ini daerah tengah dirundung masalah Pandemi Covid 19.

“Kami akan mendorong pemerintah daerah dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih memaksimalkan lagi potensi di Kabupaten Gorontalo, karena masih banyak hal yang bisa digali dan dikembangkan,” ungkap Roman Nasaru. 

Ditengah Pandemi Covid-19 seperti saat ini, lanjut Roman Nasaru, seharusnya OPD dapat melakukan berbagai Inovasi yang dapat mengembangkan potensi daerah. Menurutnya, Kondisi Pandemi saat ini tidak menjadi alasan bagi OPD untuk melakukan berbagai inovasi yang memberikan dampak bagi daerah. 

“Karena menurut saya banyak yang perlu dikembangkan, tetapi semua tergantung pada pemerintah daerah itu sendiri dalam hal ini OPD, mau tidak melakukan inovasi meskipun di tengah pandemic, karena meskipun covid bukan berarti menjadi alasan dan membuat kita hanya diam menunggu covid ini berakhir buktinya daerah lain bisa berinovasi, kenapa di Kabupaten Gorontalo tak bisa,” tegasnya.

Saat ditanyakan, apakah OPD yang kurang berinovasi perlu diganti atau dilakukan rolling, Roman menilai itu semua merupakan hak prerogatif Bupati untuk melihat kinerja pimpinan OPD yang mungkin selama ini tidak melakukan inovasi yang sesuai dengan penilaian dari Kemendagri.

“Semuanya kita kembalikan ke Bupati untuk mengambil langkah, apakah ingin mempertahankan kondisi ini atau melakukan perubahan dan sebagai Aleg apalagi dari fraksi Nasdem tentunya wajib hukumnya menilai secara kritis selama kebijakannya yang tak sesuai, apalagi dengan adanya penilaian daerah yang kurang inovatif,” tandasnya. 

Sebelumnya Kemendagri merilis index daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota tahun 2020 dengan kategori sangat inovatif, inovatif, kurang inovatif dan tidak dapat dinilai. Dimana, Kabupaten Gorontalo masuk peringkat 254 dengan skor indeks 53, masuk kategori kurang berinovasi. (wie/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar