Kader Bergabung ke Partai Gelora, PKS Mulai Ditinggalkan

Ilustrasi

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Langkah para eks punggawa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendirikan Partai Gelombang Rakyat (Gelora), mulai berdampak terhadap PKS. Satu persatu kader PKS memilih keluar dan bergabung dengan Partai Gelora. Fenomena itu mulai terlihat di Gorontalo.

Ketua DPD PKS Kota Gorontalo Iman Hadi Waluyo resmi memutuskan keluar dari PKS dan bergabung dengan Partai Gelora. Di partai baru, Iman Hadi Waluyo mendapatkan jabatan dalam struktur partai yang lebih tinggi dari PKS.

Partai yang ia tinggalkan. Iman Hadi Waluyo menempati jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Gelora. Jabatan itu adalah jabatan Ketua Partai tingkat Provinsi.

Diwawancarai Gorontalo Post, Iman Hadi Waluyo menjelaskan alasannya hengkang dari PKS terkait dengan sikap partai atas langkah kader yang bergabung dengan ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).

Yang didirikan oleh eks tokoh PKS Fahri Hamzah. Partai memberikan catatan bagi kader yang bergabung dengan GARBI. Iman Hadi Waluyo menjadi salah satu kader PKS yang bergabung dengan ormas Garbi. Karena merasa tertekan maka pendirian partai Gelora oleh eks punggawa PKS, menjadi momentum bagi kader PKS untuk bergabung dengan Gelora.

“Memang melalui proses dan dinamika yang cukup panjang, dan kita berusaha untuk mengambil hikmah yang terjadi. Kalau kita berkonflik yang berkepanjangan, manfaatnya apa. Untuk itu kita di Partai Gelora kita sudahi semua ini, dan kita mulai dari awal, tanpa terganggu dengan konflik,” ujarnya.

Lebih jauh Iman Hadi Waluyo mengatakan, saat didirikan, partai Gelora memanfaatkan momen-momen penting bangsa Indonesia. Yaitu pendirian partai Gelora pada 28 Oktober 2019 bertepatan dengan hari sumpah pemuda.

Kemudian 9 November bertepatan dengan maulid nabi dilakukan penandatanganan akta pendirian. Dan pada 10 November bertepatan dengan hari pahlawan, dilakukan deklarasi dan pengukuhan seluruh pengurus DPW tingkat Provinsi se Indonesia, termasuk provinsi Gorontalo.

“Sehingga tugas kita sebagai pengurus DPW, dalam jangka waktu satu bulan ke depan akan membentuk kepengurusan baik di tingkat DPD, dan tingkat DPC. Karena syarat dari Kemenkumham untuk partai politik adalah 75 persen tingkat DPD dan 50 persen tingkat DPC. Untuk tingkat DPD sendiri kita sudah seratus persen,” ungkap ketua DPW Iman Hadi Waluyo.

Ketua Umum DPP Partai Gelora, Anis Matta (kiri) menyerahkan SK kepada Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Gorontalo Iman Hadi Waluyo (tengah). (Foto Istimewa)

Ia menambahkan target untuk melengkapi kepengurusan partai akan segera terealisasi. Karena pengurus Partai Gelora adalah pengurus yang sudah berpengalaman dalam partai politik.

“Visi partai Gelora ini adalah bagaimana menjadikan Indonesia sebagai kekuatan terbesar ke lima didunia. Gelora menyatukan seluruh masyarakat, untuk menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Terpisah, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Provinsi Gorontalo, Helmi Adam Nento saat dimintai tanggapan menyampaikan, tidak merasa khawatir dengan langkah beberapa kader PKS yang pindah ke partai Gelora.

“Saya sampaikan, pertama, semoga Gelora bisa resmi dan sah menjadi parpol. Kedua kami tidak khawatir karena tidak banyak kader yang keluar dari PKS dan gabung dengan Gelora. Ketiga, mari kita saling berfastabikalkhoirot. Tidak perlu mengajak atau memaksa kader PKS baik yang di kampus dan kampung untuk pindah,” pungkasnya. (wan/hg)