Kader PAN Ramai-ramai Pindah Partai, Ini Buktinya

Abdullah Karim, Roni Imran, Lola Yunus, Loli Yunus

Hargo.co.id, GORONTALO – Jelang pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Partai politik ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), sejumlah politisi Partai Amanat Nasional (PAN) bikin kejutan. Mereka ramai-ramai keluar dari partai berlogo matahari terbit itu dan pindah ke partai lain. Rata-rata berlabuh ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Seperti mantan Ketua DPD PAN Gorontalo Utara (Gorut) Roni Imran. Wakil Bupati Gorut ini menyatakan tidak lagi searah dengan partai yang pernah ia besarkan di Gorut itu. Kepada Gorontalo Post, Roni Imran mengaku telah ‘menyeberang’ ke NasDem, hal itu tak luput dari campur tangan petinggi NasDem Rahmat Gobel. Seperti diketahui, saat bertarung pada Pilkada Gorut baru-baru ini, Roni Imran diabaikan PAN. Partai yang ia besarkan di Gorut itu lebih memilih mendukung pasangan calon Indra Yasin – Thariq Modanggu.

“Jika kita membuka kembali lembaran lama tanpa menyinggung pihak lain, PAN Gorut sebelumnya tidak memiliki kursi dan pada akhirnya memperoleh 5 kursi. Sama halnya dengan Partai Nasdem yang saat ini tidak memiliki kursi, dan di sinilah tantangan tersebut”ungkap Roni Imran, kemarin.

Menurut HR sapaan akrabnya, setiap individu di negara ini memiliki hak dan sikap politik. “Kebesaran sebuah partai tidak dapat diraih secara instan, hal itu telah dibuktikan pada saat saya masih di partai sebelah (PAN,red) yang dari tidak ada kursi mampu memperoleh kursi hingga 5 dan itu berkat kerjasama tim yang baik” terangnya.

Hal yang sama pula diharapkan dapat diwujudkan bersama Partai Nasdem. Hal itu dapat saja terjadi jika melihat dari hasil dukungan pada Pilkada 2018 ini “Termasuk juga tim yang solid yang siap bekerja bersama-sama untuk membawa Nasdem menjadi salah satu partai yang diperhitungkan di Gorut” tegasnya. Ia mengaku, berlabuh di Nasdem dan siap mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif. “Kita lihat saja setelah pendaftaran nanti. Hanya saja saya telah diundang oleh Rahmat Gobel ke Jakarta dan berdiskusi tentang bagaimana membesarkan Nasdem di Gorut” ujarnya.

Saat di Jakarta, kata Roni Imran ia bertemu dengan Indra Yasin dan berdiskusi kecil tentang bagaimana kelanjutan pembangunan di Kabupaten Gorut kedepan. NasDem sendiri merupakan salah satu partai pendukung pasangan Indra -Thariq.

Tidak hanya Roni Imran. Kader PAN potensial yang pindah partai adalah Loly Junus. Anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Gorontalo ini mengaku telah melayangkan pengunduran diri dari partai yang mengantarkannya ke kursi DPRD Provinsi itu.

“Ya. Saya sudah keluar. Suratnya (pengunduran diri-red) saya sudah serahkan pekan lalu,” tandas Loly Junus. Loly Junus yang duduk di Komisi I DPRD Provinsi itu mengatakan, dia keluar dari PAN karena sudah pindah partai bergabung dengan Nasdem. Loly tak mengurai dengan rinci alasannya bergabung dengan Nasdem. “Saya hanya ikut suami,” ujarnya singkat.

Seperti diketahui suami Loly Junus yang merupakan Bupati Bone Bolango Hamim Pou, adalah Ketua Nasdem Provinsi Gorontalo. Loly bergabung dengan Nasdem pada pekan lalu. Serupa dengan Lola Yunus. Istri mantan Ketua DPW PAN Feriyanto Mayulu itu juga dikabarkan pindah partai. Ia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon anggota legislatif NasDem untuk DPR RI. Lola sendiri pada Pemilu Legislatif 2014 merupakan Caleg PAN untuk DPR RI. Hanya saja, Gorontalo Post tidak berhasil mengkonfirmasi alasan Lola Mayulu meninggalkan PAN.

Sebelumnya pada 2017 lalu, rombongan kader PAN juga pindah partai, salah satunya mantan anggota fraksi PAN DPRD Provinsi Gorontalo Abdullah Karim. Kader senior PAN ini berlabuh ke PPP dan kini menjadi salah satu pengurus partai berlogo ka’bah itu.

Terpisah, sekertaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Gorontalo, Salahudin Tuli mengatakan bahwa pihaknya menghargai para kader PAN yang sudah pindah ke partai lain. “Saya rasa sah-sah saja jika mereka (kader pan,red) yang pindah ke partai lain, itu adalah pilihan politik yang mereka ambil. Dan meskipun sudah pindah partai, tetap saja silaturahmi kita jalan terus,” ujarnya.

Salahudin menambahkan bahwa tetap optimis menghadapi Pileg 2019 mendatang, meskipun para kader-kader terbaik yang pernah dimiliki oleh PAN berpindah ke partai lain. “Kita masih tetap optimis menatap Pileg 2019, karena kita memiliki kader-kader yang potensial, dan target kita di 2019 mendatang, khusus untuk DPRD Provinsi kita akan pertahankan kursi yang sudah ada sekarang yaitu 7 kursi,” pungkasnya. (abk/rmb/wan/gp/hg)

-