Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kadis Perumahan Provinsi Diciduk Narkoba, Bersama Bandar Narkoba, 50 Sachet Sabu Disita

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 14 Mei 2018 | 11:15 AM Tag: , , ,
  

GORONTALO , Hargo.co.id  – Narkoba di Gorontalo benar-benar menggurita. Menyasar siapa saja, kalangan pejabat dan orang terpandang termasuk didalamnya. Setelah istri wakil walikota Gorontalo SJ yang sempat heboh beberapa waktu lalu, serta oknum ketua salah satu partai politik MY ditangkap petugas karena terlibat narkoba, kini salah satu pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo yang diciduk tim Direktorat Narkoba Polda Gorontalo karena terlibat barang laknak itu.

Oknum pejabat yang diketahui benisial RWN (52) tidak bisa berkutik saat tim Diretktorat Narkoba menggerebeknya di kamar 202 salah satu hotel di Jl Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Jumat (11/5) malam sekira pukul 20.30 wita. RWN yang menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Gorontalo itu, diduga sedang menggunakan narkoba.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, malam itu, tim Opsnal Direktorat Narkoba Polda Gorontalo mendapatkan informasi akan ada penyalahgunaan narkotika di salah satu kamar hotel di Kota Gorontalo. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi salah satu hotel mewah di Kota Gorontalo itu.

Setelah melakukan pengecekan terhadap nama tamu kamar 202 sebagaimana informasi yang diperoleh tim Direktorat Narkoba, didapati nama oknum RWN. Petugas langsung bergegas menuju kamar tersebut. Tak butuh waktu lama hingga pintu kamar terbuka. Saat itu pula langsung dilakukan penggeledahan, di dalam kamar hanya ada RWN sendiri.

Ketika dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan di atas meja satu buah alat hisap berupa bong dan satu paket klip butiran kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu. Diduga saat itu RWN memang sedang menikmati barang haram itu, sendirian.

Petugas Direktorat Narkotika tidak hanya mengamankan barang bukti di-atas meja, tapi setelah dilakukan penggeldahan di tubuh mantan Kepala Biro Pengadaan Setda Provinsi Gorontalo itu, petugas menemukan lagi satu sachet klip yang diduga narkotika jenis sabu. Ketika digeleda, RWN yang menggunakan kemeja lengan panjang motif garis hitam itu tak banyak tingkah.

Dikamar RWN, petugas mengamankan barang bukti narkoba berupa dua sachet plastic klip yang diduga narkotika jenis sabu, satu buah pirex kaca berisi butiran Kristal yang diduga sabu, dua buah pirex kaca, satu buah korek api gas, satu buah bong, satu buah handphone dan satu sachet plastic klip.

Tim Opsnal Direktorat Narkoba kemudian menginterogasi oknum ASN yang tercatat sebagai warga Perum Puri Mawar Residence Blok B No 14 Kel. Limba B, Kota Gorontalo itu. Dari pengakuan RWN, jika narkoba yang sedang dikonsumsinya itu berasal dari seseorang beranama Husin yang tinggal di Jl Moh.Yamin, Kota Gorontalo. Polisi kemudian melakukan penyamaran.

Dengan menggunakan handpone milik RWN yang disita, Polisi menghubungi Husin dan berpura-pura memesan satu paket narkotika jenis sabu. Narkoba pesanan Polisi itu agar diantar ke kamar 202, tempat RWN. Tak lama, Husin tiba di kamar hotel dengan membawa narkoba pesanan.

Hanya saja bukan RWN yang ditemui Husin, justru tim Opsnal Direktorat Narkoba yang memang telah menunggunya. Husin pun langsung tangkap. Dit tangannya ditemukan satu sachet plastic klip berisikan butiran Kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu. Ketika itu pula, Husin diinterogasi tentang sumber barang laknak itu. Rupanya Husin diduga merupakan bandar besar narkoba di Gorontalo.

Polisi kemudian melakukan pengembangan ke rumah Husin di Jl Moh.Yamin, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Hasilnya cukup mengcengangkan, Polisi menemukan 47 sachet plastic berisikan butiran Kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu siap edar, serta enam plastic kosong, uang pecahan seratus ribu rupiah sebanyak 20 lembar dan pecahan lima puluh ribu rupiah sebanyak 19 lembar yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika jenis sabu. Malam itu juga RWN dan Husin digiring ke Polda Gorontalo untuk pemeriksaan.

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Rachmad Fudail melalui Dir Narkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol. Totok Triwibowo,SIK membenarkan pengungkapan penyalahgunaan narkoba tersebut. Pihak polda, kata perwira tiga melati ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, khususnya asal muasal barang yang diduga narkotika.

Termasuk nama-nama pelanggan Husin. “Kami masih terus mendalami. Keduanya kini masih kami amankan di ruang Direktorat Narkoba untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya. Alumnus Akpol 1992 ini, mengatakan barang bukti yang berhasil diamankan berupa 50 paket diduga sabu yang diperkirakan beratnya mencapai kurang lebih 20 gram.

“Berat pastinya masih dilakukan pembuktian lagi dengan melakukan penimbangan terhadap barang bukti tersebut,”ujarnya. Ia mengatakan, RWN diancam dengan pasal 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan untuk Husin dikenakan Pasal 114 ayat 2, Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup.

Ditanyakan asal muasal barang? Kombes Pol. Totok Triwibowo,SIK mengaku saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan. Hanya saja, dari hasil keterangan sementara, Husin sudah kurang lebih setahun lamanya memperjualbelikan narkotika di Gorontalo. Sedangkan RWN dari hasil pengakuanya, baru beberapa bulan ini menggunakan narkotika.

“Kami dalami dulu yah. Siapa tahu masih ada lagi pengguna-pengguna yang bisa kami dapatkan dari keterangan keduanya. Ini juga merupakan tangkapan terbesar kami dengan hasil yang cukup banyak selama 2018 dan selama saya bertugas di Gorontalo,” tegasnya perwira yang belum lama menjabat sebagai Dir Narkoba Polda Gorontalo ini.

Sementara itu, kabar tertangkapnya RWN tidak begitu diketahui aparat Pemprov Gorontalo, hanya ada beberapa kalangan pejabat yang mengetahui kabar penangkapan RWN. Hal itu lebih diyakni saat RWN tidak menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan program Rumah Hunian Idaman Rakyat (Rumah RH-IR) di Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (12/5).

Padahal program tersebut menjadi urusan satuan kerja yang dipimpin RWK. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie belum memberikan pernyataan resmi terkait tertangkapnya salah satu pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo itu. Juru bicara Gubernur, Ghalib Lahidjun kepada koran ini, semalam, mengaku telah mendengar kabar penangkapan terhadap RWN. “Saya belum mendapat jawaban langsung dari pak Gubernur, jawabanya sebetulnya normatif tapi harus ada konfirmasi beliau,”kata Ghalib Lahidjun. (kif/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar