Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kain Merah Putih Sepanjang 76 Meter Dibentangkan di Pantai Bolihutuo 

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Ragam , pada Rabu, 18 Agustus 2021 | 00:05 Tag: , ,
  Pembentangan kain merah putih sepanjang 76 meter di pesisir Pantai Bolihutuo dalam rangka memperingati HUT ke 76 Republik Indonesia. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pembentangan kain merah putih sepanjang 76 meter dilakukan di bibir Pantai Bolihutuo dalam rangka memperingati HUT ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembentangan bendera ini melibatkan mahasiswa pencinta alam (Mapala) se-Provinsi Gorontalo dan beberapa masyarakat yang ada di pesisir Pantai Bolihutuo tersebut.

Menurut Ketua Panitia, Fitri Hidayah Masie, pembentangan kain merah putih itu dilakukan setelah mengikuti upacara pengibaran bendera. Selanjutnya, kata Ketua Mapala

Delegasi mahasiswa pecinta alam seluruh Provinsi Gorontalo ketika melaksanakan upacara bendera sebelum membentangkan kain merah putih sepanjang 76 meter (Foto: Istimewa)
Delegasi mahasiswa pecinta alam seluruh Provinsi Gorontalo ketika melaksanakan upacara bendera sebelum membentangkan kain merah putih sepanjang 76 meter (Foto: Istimewa)

Reksa Wana ini, pembentangan kain merah putih sepanjang 76 meter di Pantai Bolihutuo.

Pembentangan kain merah putih tersebut tentunya diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan tak lupa penghormatan kepada sang saka merah putih.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta untuk membangkitkan kembali jiwa nasionalisme tiap anak bangsa khususnya di Provinsi Gorontalo. Karena setahun belakangan redup dikarenakan kondisi Indonesia yang tidak baik-baik saja. 

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa negara Indonesia telah dilanda pandemi sejak awal 2020 sehingga, membuat upacara peringatan hari kemerdekaan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat disertai pembatasan peserta upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 30 orang mengikuti surat edaran dari pemerintah yang beredar bahwa yang mana upacara hanya bisa dilaksanakan oleh 30 orang saja. Peserta upacara sendiri berasal dari delegasi setiap organisasi pencinta alam yang ada di provinsi Gorontalo. Sementara untuk prosesi pembentangan bendera merah putih mereka dibantu oleh masyarakat sekitar pesisir. 

“Sebagai anak bangsa ada banyak sekali harapan-harapan untuk Indonesia kedepannya bisa lebih baik lagi. Saat ini saya berharap tahun ini menjadi tahun terakhir pelaksanaan upacara dengan peserta yang dibatasi. Karena menurut saya  perayaan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilakukan dengan peserta terbatas seperti ini dan semoga Indonesia cepat pulih kedepannya sehingga ruang gerak untuk mengekspresikan diri setiap anak bangsa lebih luas lagi,” ungkap Fitri kepada Hargo.co.id (***)

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 54 times, 1 visits today)

Komentar