Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kajian Halal Vaksin Covid-19 Selesai, Tinggal Menunggu Fatwa MUI

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 7 Desember 2020 | 21:05 WITA Tag: , , ,
  Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy


Hargo.co.id, JAKARTA – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan kajian materi antivirus Sinovac oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) selesai. Saat ini, kata Muhadjir, pemerintah menunggu keluarnya fatwa keagamaan vaksin Covid-19.

“Sinovac dilaporkan, kajian dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan LPPOM MUI telah selesai dan disampaikan pembuatan fatwa serta sertifikasi halal oleh MUI, maka saya ucapkan terima kasih,” kata Muhadjir melalui konferensi pers daring, Senin (07/12/2020) seperti yang dilansir jpnn.com.

BACA  Ini Penjelasan LIPI Terkait Varian Baru Covid-19

Menurut dia, MUI bekerja keras membahas fatwa, karena sangat penting sebagai panduan keagamaan bagi umat Muslim. Secara fikih, Muhadjir mengatakan jika dalam keadaan darurat terkait kehalalan dapat dikesampingkan, terlebih tidak ada materi lain yang bisa dijadikan vaksin.

BACA  Zona Merah Bertambah, Ini Penegasan Satgas Covid-19

“Kalau tidak ada vaksin halal, bukan berarti itu tidak boleh dipakai. Meski tidak halal tapi untuk menghindari hal-hal darurat maka itu wajib, tidak hanya boleh digunakan,” katanya.

BACA  Langgar Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Diamankan Petugas

Kendati begitu, dia mengatakan jika ada pilihan vaksin halal, maka sebaiknya materi tidak halal untuk dihindari. “Tapi kalau ada vaksin halal maka agar dipilih. Tidak boleh memilih yang tidak halal,” katanya. (antara/jpnn)


Komentar