Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kalahkan Unggulan Pertama, Tontowi/Liliyana Raih Gelar Juara Dunia

Oleh Aslan , dalam Headline Sportivo , pada Senin, 28 Agustus 2017 | 09:24 AM Tag: , , ,
  Tontowi/Liliyana meraih gelar juara dunia 2017 usai mengalahkan pasangan ranking satu dunia, Zheng Siwei/Chen Qingchen (Twitter@INABadminton)

Hargo.co.id – Gelar yang diraih pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, bisa dibilang komplet. Bagaimana tidak, usai meraih medali emas di Olimpiade 2016 lalu, kini Tontowi/Liliyana resmi menyandang predikat Juara Dunia 2017.

Di final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 atau BWF World Championships 2017, Tontowi/Liliyana mengalahkan unggulan pertama, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dari Tiongkok dengan pertarungan tiga set 15-21, 21-16, dan 21-15. Hasil ini cukup sensasional mengingat Zheng/Chen merupakan pasangan rangking satu dunia.

Dengan hasil itu, Owi/Butet – sapaan akrab Tontowi/Liliyana, tak hanya menjadi juara dunia 2017, rekor pertemuan dengan Zheng/Chen kini unggul 2-1. Ya, Owi/Butet berhasil meraih dua kemenangan dan satu kekalahan saat bersua Zheng/Chen.

Tontowi/Liliyana mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional

Tontowi/Liliyana mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional(Twitter@INABadminton)

Bagi Tontowi/Liliyana, ini merupakan gelar juara dunia ke-2 yang mereka raih. Sebelumnya pasangan ini meraihnya pada 2013. Kala itu, di final mereka mengalahkan pasangan Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin.

Sedangkan bagi Liliyana sendiri, dia sudah empat kali merasakan gelar juara dunia. Hanya, dalam dua gelar lainnya dia raih saat berpasangan dengan Nova Widianto pada 2005 dan 2007.

“Kami bersyukur bisa juara dunia lagi, semua ini kami persembahkan untuk Indonesia. Bagi saya pribadi, motivasi terbesar saya adalah anak dan keluarga saya. Suatu hari nanti saya ingin anak saya bangga mengetahui kalau ayahnya pernah membela Indonesia,” ucap Tontowi usai pertandingan dalam rilis resmi PBSI.

Perjuangan Tontowi/Liliyana memang luar biasa. Kematangan dan ketenangan sebagai pasangan kelas dunia ditunjukkan dalam laga final. Sempat kalah pada set pertama, namun Owi/Butet tak menyerah. Pada set kedua dan ketiga Owi/Butet mampu tampil menekan dan akhirnya meraih kemenangan.

“Kami tidak mau memikirkan soal memenangkan gelar juara dunia lagi. Kami hanya bermain, mengikuti strategi dari pelatih, walaupun di awal permainan kami sempat goyang,” ungkap Liliyana.

“Kami merasa bermain seperti biasa, cuma kelebihannya, kami punya rasa percaya diri yang lebih besar karena kami sudah memenangkan medali emas olimpiade. Kami memanfaatkan pengalaman kami, lawan lebih muda, tetapi kami bermain lebih tenang,” imbuh Liliyana.

Merah Putih berkibar tinggi di Glasgow, Skotlandia, usai Owi/Butet menyandang predikat juara dunia. Indonesia pun terus mengukir tradisi emas di ajang ini. Sebelumnya pada gelaran 2015, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil meraih gelar juara dunia di sektor ganda putra. Selamat, Owi/Butet!

(epr/JPC/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar