Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kaleidoskop 2016: Dikira Berakhir, Korpri Malah Eksis Dengan Toktok

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 27 Desember 2016 | 12:21 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA –Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) sempat diperkirakan bakal berakhir, dan bersalin rupa menjadi Korps Profesi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (Korps Profesi ASN). Hal ini seiring dengan berlakunya UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi ketika itu mengultimatum bahwa 2015 menjadi tahun yang terakhir ‘Korps Batik Biru’ menggunakan nama Korpri.

Namun soal penggunaan nama korps, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof Zudan Arif Fakruloh, SH, MH, punya pendapat lain. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri ini, ingat akan pesan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang disampaikan pada saat audiensi pada bulan Juli 2016.

BACA  Positif Covid-19, Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

Saat itu, Wapres Jusuf Kalla berpesan agar nama organisasi profesi terbesar di Indonesia itu tetaplah sebagai Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Alasannya, sejarah Korpri yang sudah sangat panjang, dan sejak 1971 Korpri sudah dikenal masyarakat.

Memang citra Korpri, menurut Zudan, harus terus menerus diperbaiki sesuai dengan dinamika zamannya. Saat ini Korpri tidak bisa lagi menjadi mesin politik seperti dulu karena anggota Korpri harus netral.

BACA  Prihatin Membludaknya Masyarakat di Pasar Tanah Abang, Fadel Minta Pengunjung Dibatasi

Hal ini membawa konsekuensi Korpri mengubah arah perjuangan menuju Korpri yang profesional, netral, dan mensejahterakan anggotanya. Korpri harus lebih berpihak kepada anggota daripada kepada penguasa. Namun, bagi Zudan, perubahan citra bukan dengan cara mengganti nama. “Harus dibuktikan dengan aktivitas nyata,” kata Zudan menegaskan.

Jika diganti namanya, namun tidak ada karya nyata, maka percuma saja. Perubahan citra itu bukan persoalan nama, tetapi Zudan menilai merupakan persoalan kerja atau tidak.

Mantan Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri itu, sangat yakin bahwa ‘Korpri yang sudah jauh berubah’ semakin dirasakan oleh anggotanya. ‘Korpri baru’ saat ini bisa dirasakan dengan berbagai inovasi dan loncatan-loncatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

BACA  Puluhan Pegawai KPK Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, Novel Baswedan Bilang Begini

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pemerintahan, Korpri juga telah berperan menjaga kode etik profesi, standar pelayanan profesi dan mewujudkan jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa.

Di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju, hal itu pun ikut diadopsi Korpri dengan membangun aplikasi toko online yaitu TokTok.id yang sekarang terus bergerak semakin maju dan besar.

Laman: 1 2 3


Komentar