Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kaleidoskop: 7 Peristiwa Terheboh yang Pernah Terjadi di Gorontalo Sepanjang Tahun 2016

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 31 Desember 2016 | 09:02 Tag: , , , , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Tinggal menghitung beberapa jam lagi, tahun 2016 bakal berakhir dan tahun baru 2017 akan segera menyapa.

Tahun 2016 yang memiliki Shio Tahun Monyet Api rupanya membawa cerita tersendiri bagi provinsi Gorontalo.

Untuk itu, Hargo.co.id mencoba untuk sedikit flashback tentang peristiwa terheboh yang pernah terjadi di Gorontalo sepanjang 365 Hari lalu.

Gorontalo yang sudah begitu maju, baik dari masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta perkembangan media massa yang begitu meningkat tajam. Ada beberapa hal yang menarik untuk diulas kembali di akhir tahun ini.

Berikut hargo.co.id merangkum 7 peristiwa terheboh yang pernah terjadi di Gorontalo sepanjang tahun 2016.

1. Suami Bakar Istri-Anak, (Pohuwato)

Kasus pembakaran di Pohuwato yang menyebabkan anak dan istri meninggal.

Kita awali dulu dengan kasus perselingkuhan yang membuat sang suami pembakaran istrinya sendiri. Alhasil bukan hanya istrinya saja yang terbakar, namun anaknya pun ikut menjadi korban kemarahan.

Masih ingat dengan judul berita hargo.co.id ‘Diduga Selingkuh, Suami Nekat Bakar Istri-Anak Saat Tidur’? Ya, kasus yang terjadi pada Kamis, 21 Januari 2016 sekira pukul 00.00 Wita mengakibatkan Sariati (45), Ratih Asari (18) dan Alfred Naue tewas terbakar di dalam rumah.

Kejadian di dusun pelambane Desa Limbula Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato berawal dari kecemburuan Abdul Azis (42) yang melihat secara langsung istri tercintanya, Sariati (45) beradegan layaknya suami istri dengan Alfred Naue.

Azis yang keseharian bekerja sebagai supir truck tronton, menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini.

Dirinya sudah tiga minggu lalu (sebelum kejadian kebakaran), mendapatkan informasi dari rekan-rekan sesama supir yang sering makan dan istrahat dirumahnya.

Dari informasi yang didapat, Sariawati tengah berselingkuh dengan laki-laki lain yang sama sekali tidak diketahui olehnya.

Untuk membuktikan informasi tersebut, Azis yang berada di Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta izin kepada pimpinannya untuk balik ke Pohuwato dan meminta agar hal ini dirahasiakan.

Karena sang istri kerap kali menanyakan keberadaan Azis lewat rekan-rekan sesama profesi.

Dirinya pun berangkat dari Kota Palu menuju Desa Limbula, Kecamatan Wanggarasi. Azis tiba sekitar Pukul 23.00 Wita pada 20 Januari 2016 dengan mempergunakan kendaraan umum.

Ketika tiba di Desa Limbula, Azis tidak turun langsung di depan rumah, melainkan sekitar 100 meter dari rumahnya. Layaknya informan, Azis secara perlahan mendatangi rumahnya dan masuk lewat pintu samping dan langsung menuju ke ruang kamar istrinya.

Seketika itu, Azis mendengar suara dari dalam kamar. Dirinya berusaha mengintip dari celah pintu kamar. Pada saat itu dirinya melihat sang istri sedang berdua dengan lelaki lain dalam keadaan bugil dan sedang bersetubuh.

“Saya melihat perbuatan mereka hingga selesai sampai keduanya pun tidur dengan posisi saling berpelukan. Saat itulah saya langsung marah dan terpikir oleh saya untuk mengambil bensin yang ada disepeda motor yang terparkir didalam rumah,” ungkap Azis.

Bensin itu pun diisi Azis ke dalam sebuah botol air mineral. Setelah penuh, dirinya kembali ke depan pintu kamar sang istri.

Azis melihat langsung tanpa basah basih masuk ke dalam kamar. Istri dan selingkuhannya pun langsung kaget dan merubah posisi yakni dengan duduk berdampingan diatas springbad sambil menyandarkan belakang mereka ke dinding kamar.

Saat itulah Azis menyiramkan bensin yang dipegang ditangan kirinya. Bensin pertama kali mengarah ke lelaki Alfred dan kemudian ke arah Sariawati.

Tanpa berfikir panjang, Azis kemudian menyalakan korek yang terletak ditangan sebelahnya dan diarahkan ke botol yang masih menyisahkan sedikit bensin.

Dirinya kemudian melempar botol tersebut kearah keduanya, sehingga mengakibatkan keduanya terbakar seketika.

Setelah membakarnya Azis keluar dari pintu samping dan melihat kobaran api dari belakang rumah serta menyaksikan orang-orang disekitar yang berusaha menyelamatkan barang-barang, karena lokasi kebakaran itu sendiri berdekatan dengan Poskesdes.

“Saya baru ingat kalau anak tiri saya, Rati Sari tinggal di dalam rumah itu. Namun dari penyampaian Mama Ciwang, rumah sudah hangus terbakar dan Rati pula ikut terbakar bersama istri saya. Saya sebenarnya hanya ingin membuang bensin itu kearah wajah istri dan lelaki simpanannya, agar wajah mereka melepuh. Saya sama sekali tidak ada niat untuk membakarnya. Saya sangat kecewa melihat apa yang mereka perbuat pada saat itu,” ungkapnya sedih.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3 4 5 6


Komentar