Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kalender Jadwal Salat Kemenag Gorontalo Picu Perdebatan Karena Hal ini..

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 10 Januari 2017 | 11:30 Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Kalender jadwal salat yang diterbitkan oleh Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Gorontalo rupanya mengundang perdebatan di kalangan masyarakat. Pasalnya, kalender yang terdapat foto sejumlah pejabat Kanwil Kemenag ini sering dipajang di dinding depan berhadapan dengan jamaah ketika salat.

Pada tahun sebelumnya, kalender jadwal salat ini juga memajang foto Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo beserta sejumlah kegiatan lainnya. Namun, jadwal tahun ini, foto yang dipajang pada kalender tersebut terdapat lebih banyak foto lagi.

Muh Taufik Rasyid, salah satu anggota ormas Islam mengatakan, sejatinya tidak masalah memajang foto orang atau mahluk pada kalender asalkan dibarengi imbauan lisan atau tulisan kepada pengurus atau takmir masjid agar tidak memajang kalender yang bermuatan foto tersebut di dalam masjid, apalagi berhadapan langsung dengan jemaah yang akan salat di masjid. “Saya lihat, kalau ada orang rukuk, terus tepat didepannya ada kalender yang ada foto-foto pejabat Kemenag, mereka (pejabat Kemenag,red) jadi kayak berhala,” kata Taufik.

Taufik memberikan solusi kepada Kemenag Provinsi Gorontalo agar membuat kalender tidak memuat foto orang atau mahluk, melainkan namanya saja. “Mungkin tingkat pemahaman orang beda-beda, tapi bagi kami yang ingin salat di masjid merasa tidak nyaman, ini kan bukan kampanye? Kami juga sering menyarankan kepada pengurus masjid, tapi ada yang mendengar, ada juga yang tidak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Sabara Ngou, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan pemahaman mengenai pemajangan kalender yang memajang foto pejabat Kemenag ini. “Kami tidak memaksakan untuk harus memajangnya di dalam mesjid,” ujarnya. Sabara menambahkan, tujuan dari ditaruhnya foto-foto tersebut hanya sebagai informasi mengenai penanggung jawab isi dari kalender agar masyarakat tidak meragukan jadwal-jadwal di dalamnya. “Tujuan dari kalender itu hanya sebagai pengingat waktu ibadah, tidak ada maksud lain di dalamnya,” pungkasnya.(TR-55/hargo)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar