Selasa, 1 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kamar Mayat Sampai Tidak Muat, Wabah COVID-19 di Amerika Makin Gawat

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Headline Kabar Dunia , pada Kamis, 23 Juli 2020 | 19:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi kantong mayat berisi jenazah. Foto: Twitter


Hargo.co.id, HIDALGO – Tingkat kematian dan jumlah pasien aktif COVID-19 yang melonjak tajam pada Rabu (22/3), memaksa Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, menyimpan mayat-mayat di dalam truk pendingin. Pemerintah lokal juga mememerintahkan warga untuk tetap tinggal di rumah.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Texas, yang melaporkan 197 kematian dan 10.893 orang dirawat di rumah sakit, menjadi salah satu negara bagian terparah dilanda virus corona . Wilayah Hidalgo, di ujung bagian selatan negara bagian itu, yang berbatasan dengan Meksiko, mengalami peningkatan 60 persen pada pekan lalu, dengan kematian mencapai angka lebih dari 360.

BACA  Diego Maradona Wafat, Warga Argentina Merasa Kehilangan

“Kami harus menjerat virus ini, kuda jantan ini, menurunkan kembali angka-angka dan mengendalikan hal ini,” Hakim Wilayah Hidalgo Richard Cortez mengatakan.

“Karena rumah sakit rumah sakit kami merupakan zona perang, mereka sedang benar-benar bertarung saat ini.”

Cortez, tokoh Demokrat yang berperan sebagai pejabat tinggi wilayah itu, mengeluarkan satu perintah berlindung di tempat bagi warga. Amanat itu mengakibatkan dia berselisih dengan Gubernur dari Republik Greg Abbot, yang berpendapat bahwa pejabat lokal tak punya wewenang memerintahkan warga berdiam di rumah.

BACA  Peringatan Hari Pahlawan di Bone Bolango Terapkan Protokol Kesehatan

Krematorium-krematorium di kawasan Hidalgo memberlakukan daftar tunggu dalam dua pekan, kata Cortez, memaksa wilayah itu menggunakan lima truk berpendingin yang dapat menyimpan 50 jasad setiap truknya.

Pejabat medis Hidalgo, Dr Ivan Melendez, menyalahkan langkah Abbot yang menghalangi para pejabat lokal memerintahkan warga tinggal di rumah untuk mengatasi lonjakan penularan virus corona. Langkah itu dinilai membuat macet sistem medis setempat di setiap tingkat.

“Apakah saya berpendapat bahwa perintah tinggal di rumah secara medis disarankan dalam masalah ini? Pasti,” kata Melendez.

Pada Selasa, kematian akibat corona di AS mencapai 1.000 dalam satu hari untuk pertama kalinya sejak 10 Juni. Lebih dari 142.000 orang meninggal di negara itu selama lima bulan terakhir dan kematian sedang meningkat di 23 negara bagian.

BACA  Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Dibutuhkan di Masa Pandemi

Tiga negara bagian terpadat penduduk, Florida, Texas dan California, berada di puncak daftar 44 negara bagian di mana kasus-kasus COVID-19 sedang meningkat. (xinhua/ant/dil/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Wabah COVID-19 di Amerika Makin Gawat, Kamar Mayat Sampai Tidak Muat“. Pada edisi Kamis, 23 Juli 2020.

Komentar