Rabu, 16 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kamis, 06 Mei 2021, Tepat Pukul 00.00 Wita, Pintu Masuk Gorontalo Dikunci

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 6 Mei 2021 | 01:05 WITA Tag: , ,
  Pintu masuk Gorontalo yakni di perbatasan Atinggola dijaga ketat petugas sejak pukul 00.00 Wita. (Foto:Istimewa/Dok.Kopolisian)


Hargo.co.id, GORONTALO – Tepat pada Kamis 06 Mei 2021, pukul 00.00 Wita, pintu masuk Gorontalo dikunci. Ini berlaku bagi pintu darat, udara dan laut yang tersebar pada enam kabupaten/kota di Gorontalo. 

Hasil liputan Hargo.co.id, sejumlah personil Kepolisian dan TNI mulai berjaga di perbatasan untuk melakukan pengamanan terkait aturan larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah. Ini berlaku mulai 06 hingga 17 Mei 2021.

Pengamanan dilakukan Kecamatan Popayato Barat, Pohuwato dan Kecamatan Tolinggula, Gorontalo Utara. Ini untuk pintu masuk dari Parigi Moutong dan Buol, Sulawesi Tengah.

Selain itu, pengamanan juga diperketat di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara dan Kecamatan Bone, Bone Bolango yang merupakan pintu masuk dari Bolaang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. 

Kapolres Gorontalo Utara, AKBP Dicky Irawan Kesuma, SIK, M.Si mengatakan, di Atinggola, pihaknya sudah melakukan pengamanan sekaligus memberikan sosialisasi terkait penutupan perbatasan sejak 26 April 2021. 

Menjelang penutupan, pengamanan semakin diperketat dengan ditambahkan petugas kepolisian dari Polda pada Senin (02/05/2021). 

 Petugas dari Kepolisian, TNI dan lainnya saat dilakukan sosialisasi di perbatasan Atinggola beberapa hari lalu. (Foto:Istimewa/Dok.Kopolisian)

Petugas dari Kepolisian, TNI dan lainnya saat dilakukan sosialisasi di perbatasan Atinggola beberapa hari lalu. (Foto:Istimewa/Dok.Kopolisian)

“Malam ini, ada 24 orang petugas dari Kepolisian yang berada di perbatasan Atinggola, terdiri dari 12 petugas dari Polda Gorontalo, dan 12 dari Polres Gorontalo Utara,” kata AKBP Dicky Irawan Kesuma, SIK, kepada Hargo.co.id, Rabu (05/05/2021) yang mana menurutnya belum termasuk petugas dari kesatuan lain. 

AKBP Dicky Irawan Kesuma SIK menambahkan, setiap petugas wajib mengecek setiap kendaraan yang akan keluar dari wilayah  Provinsi Gorontalo.

“Mobil yang bisa masuk kecuali mobil bermuatan logistik, ambulance dan orang yang berduka atau keluarga sakit dengan bukti video call. Begitu juga dengan ASN, TNI-Polri harus menunjukan surat tugas,” tegas AKBP Dicky Irawan Kesuma SIK. 

Dirinya menjelaskan, pengamanan ini untuk mengawal pemberlakuan larangan mudik sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Satgas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri,1442 Hijriah sebagai Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

“Pemberlakuan Larangan Mudik ini untuk mencegah lonjakan kasus Covid 19, sehingga masyarakat diimbau agar tidak melakukan mudik,” kuncinya. (hiu/hargo)

BACA  40 Persen ASN di Kabupaten Gorontalo Sudah Jalani Vaksin

Komentar