Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan, Bupati Turun ke Jalan

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Jumat, 13 Agustus 2021 | 12:05 PM Tag: , , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin bersama Forkopimda setempat turun langsung ke jalan guna kampanyekan protokol kesehatan. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya pemerintah Gorontalo Utara (Gorut) untuk melindungi warganya dari penyakit menular seperti Covid-19, sangat terlihat. Buktinya, Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin dan Forkopimda setempat turun ke jalan guna kampanyekan penerapan protokol kesehatan. 

Tak cukup sampai di situ, daerah yang berada di Bibir Pasifik itu, mengeluarkan aturan agar semua hajatan yang mengumpulkan orang banyak untuk sementara ditunda. Misalnya, pesta pernikahan, akadnya bisa dilaksanakan tapi terbatas dan wajib mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Sementara resepsinya dilarang, begitu juga hajatan pembeatan dan sunatan untuk resepsinya ditiadakan dulu.

Pemda Gorontalo Utara bersama dengan unsur forkopimda dari Kodim 1314/Gorut dan Polres serta Kejari setempat dalam pelaksanaannya membutuhkan peran serta semua pihak, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa. 

Selanjutnya kata bupati, hal kedua yang kemudian disepakati adalah pembatasan kegiatan masyarakat hanya sampai pukul 19.00 Wita. 

“Yang ketiga, kemanapun kita pergi harus pakai masker. Dan Forkopimda sepakat itu, tentu akan dilakukan sweeping, sekarang kita tidak lagi mengajak tapi sudah harus dengan tindakan,” terangnya. 

Bupati menegaskan bahwa mengingat kondisi saat ini, pihaknya tak bisa main-main lagi. Ini serius, karena pandemi ini sangat cepat penyebarannya. Sehingga tidak boleh ditawar-tawar lagi dalam penerapan protokol kesehatan ini.

Bupati menegaskan bahwa saat ini, pemerintah daerah sudah harus mengambil tindakan tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan. 

“Ini demi keselamatan kita bersama. Sehingga wajib kita taati apa yang menjadi ketentuan dan anjuran pemerintah, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota hingga di tingkat kecamatan dan desa,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 34 times, 1 visits today)

Komentar