Minggu, 11 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kans Kuat Pendamping Marten, November Diumumkan

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Jumat, 20 Oktober 2017 | 13:00 WITA Tag: , , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Siapa yang akan mendampingi Walikota Marten Taha di Pilwako Gorontalo 2018, akan segera diketahui publik.

Marten Taha yang masih ingin memimpin Kota Gorontalo untuk lima tahun mendatang itu, memastikan akan mengumumkan pasangan calon wakil walikota pada pertengahan November nanti.

Terkait penentuan pasangan, Marten Taha yang juga Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo itu akan mengusulkan tiga nama ke DPP Golkar. Sudah ada dua nama yang dipastikan masuk dalam usulan itu. Keduanya dari internal Golkar yaitu Fedriyanto Koniyo dan Riyan Kono.

Dalam struktur kepengurusan partai, Fedriyanto Koniyo menduduki posisi Sekretaris DPD II Golkar Kota Gorontalo. Dalam jabatan pemerintahan, Fedriyanto Koniyo kini menjadi Ketua DPRD Kota Gorontalo. Sementara Riyan Kono merupakan kader muda Golkar yang berlatar belakang pengusaha. Riyan Kono kini menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gorontalo.

BACA  Pohon Tumbang Menimpa Satu Unit Mobil, Kondisinya Rusak Parah

Untuk nama ketiga yang akan masuk dalam usulan ke DPP Golkar belum dipastikan. Saat diwawancarai kemarin, Marten Taha hanya mengisyaratkan bahwa posisi ketiga akan diisi oleh figur berlatar belakang birokrat tanpa menyebut nama kandidat calon.

“Dari Golkar, dua nama menguat. Itu ada Fedriyanto dan Riyan Kono. Sementara nama ketiga ini bisa saja berasal dari birokrat. Yang jelas Golkar akan menggodok tiga nama itu. Satunya birokrat,” kata Marten.

Selama ini ada dua kandidat calon berlatar belakang birokrat/akademisi yang digadang dengan Marten Taha. Yaitu mantan auditor utama BPK-RI Sjafrudin Mosii dan rektor UNG Syamsu Qamar Badu.

BACA  Pedagang dan Pengunjung Butuh Fasilitas Tambahan di Kawasan Matobonebol

“Semua nama kami tampung. Kader maupun dari partai lain bisa saja mendampingi saya,” sambung mantan ketua DPRD Provinsi Gorontalo.

Terkait dengan dukungan partai politik, selain dukungan Golkar dan PBB, Marten Taha juga menyebut peluang dukungan PDIP dan Demokrat. Tapi menurut Marten, dua partai ini tidak ngotot untuk menawarkan kader partai untuk menjadi pasangannya.

“Demokrat sudah berkomunikasi. Mereka tidak ngotot dengan kader mereka, sebab sudah ada birokrat yang juga sudah membangun komunikasi dengan Demokrat. Begitu pula dengan PDIP. Kalau mengambil dari partai tadi, kita pastikan dulu koalisinya,” terang Marten.

Lebih jauh Marten mengakui, ada beberapa calon pendamping yang sudah membangun komunikasi dengannya. Yauiti Fedriyanto Koniyo, Riyan Kono, Sjafrudin Mosii serta beberapa petinggi partai yang menawarkan lobi-lobi politik untuk memuluskan langkahnya di Pilwako.

BACA  Terkait Hibah Bansos, Ini Substansi Pergub Gorontalo

“Mereka sudah melakukan komunikasi, yang penting komunikasi sudah dibangun. Tinggal yang kita bicarakan adalah hal teknis, kalau siapapun itu tidak masalah. Hanya teknisnya bagaimana dulu. Karena saya tidak bisa berdiri sendiri, harus ada koalisi dan komunikasi yang baik. Sebab takutnya jika wakil saya nanti tidak bisa diterima oleh koalisi. Itu yang bisa menjadi kesalahan fatal untuk kedepannya,” beber pria jebolan HMI Sulawesi Utara itu.

“Karena tahapan kurang lebih dua bulan lagi, masyarakat harus tahu siapa pendamping saya kan? Nah, Insyaallah pada pertengahan November nanti nama pendamping saya sudah ada. Dan secepatnya akan saya sampaikan,” sambungnya. (ndi/hargo)


Komentar