Kamis, 24 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kantor Pemerintahan di Kabupaten Gorontalo Ditutup

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Senin, 3 Agustus 2020 | 18:05 WITA Tag: , , ,
  Pejabat di lingkungan Kabupaten Gorontalo saat menjalani swab test, Sabtu (01/08/2020). (Foto Istimewa/HUMAS)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kekhawatiran pemerintah Kabupaten Gorontalo akan terbentuknya klaster perkantoran, terbukti. Sabtu, (01/08/2020), hasil pemeriksaan terhadap 126 sampel spesimen dari jajaran pemerintah Kabupaten Gorontalo, 58 di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Atau jika dipresentasikan 45 persen aparat yang menjalani tes dinyatakan positif. Dari 58 kasus positif ini, 9 diantaranya merupakan pejabat eselon II, bahkan termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Hadijah U Tayeb.

“Ya benar beliau (Sekda) hasil pemeriksaannya positif, ini dikarenakan mobilitas kerja beliau sangat padat, dan bertemu dengan banyak orang. Tapi saat ini beliau dalam kondisi sehat,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gorontalo Rony Sampir.

Selain Sekda ada juga pejabat eselon III hingga staf yang terkonfirmasi positif. “Untuk saat ini sudah 58 orang, kami masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen lain. Tapi (hasil) ini sudah 80 persen dari total Swab Tes yang kita laksanakan (Untuk jajaran pemerintahan) pekan lalu,” terang Rony.

BACA  Menteri Agama Fachrul Razi Positif COVID-19

Adanya hasil ini, membuat Pemerintah Kabupaten Gorontalo menutup perkantoran, dan kembali memberlakukan sistem kerja Work From Home (WFH) selama 1 pekan ke depan.

“Itu (WFH) sekaligus memberi kesempatan kepada mereka yang konfirmasi positif melanjutkan isolasi, untuk menggenapkan selama 14 hari (Karena sepekan saat jalani tes sudah dilakukan isolas). Walau sesuai dengan protokol kesehatan yang baru, positif yang tanpa gejala itu cukup 10hari sudah selesai isolasinya tidak perlu lagi di-swab,” terang Kadis Kesehatan itu.

BACA  Tunaikan Rakorsus Pilkada di Tengah Pandemi, Mendagri Apresiasi Pemprov

Setelah kantor dibuka, akan dilakukan Rapid tes masal bagi seluruh staf yang kantornya ada kasus positif Covid, baik eselon II maupun eselon III. Yang hasil Rapid tes

“Kecuali yang bergejala kita akan swab, tapi yang tidak bergejala akan kita lakukan Rapid,” jelas Rony.

Tak hanya itu saja, saat perkantoran di buka lagi. Pemkab bakal memberlakukan sistem ship. Atau pengaturan jam kerja.

“Kita ambil kebijakan di perkantoran itu staf yang masuk diatur. Jadi tidak sekaligus. Mungkin 50 persen dari kapasitas pegawai, tinggal kepala OPD yang nanti akan mengatur itu,” lanjut Rony.

BACA  Ketua KPU Arief Budiman Positif Tertular Covid-19

Meski perkantoran akan ditutup selama sepekan, namun Jubis Satgas itu menegaskan pemerintahan tetap jalan. Karena semua pekerjaan tetap wajib dikerjakan dari rumah. Bahkan khusus satgas Kesehatan, akan tetap bekerja untuk mengurus berbagai kebutuhan dalam Pandemik ini.

“Dan Puskesmas dan Rumah sakit tetap buka, karena fasilitas kesehatan tidak boleh tutup. Kecuali kalau yang positif di Puskesmas itu sudah sebagian besar baru bisa ditutup. Jika hanya satu atau dua orang, Puskesmas akan tetap buka. Hanya bagian yang terkonfirmasi saja yang ditutup, bagian lagi tetap jalan tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Rony Sampir.  (nat/adv/hg)


Komentar