Minggu, 18 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kanwil Kemenkumham Riau Pastikan Rutan Sialang Bungkuk Kondusif

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 6 Mei 2017 | 05:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau Ferdinand Siagian memastikan situasi di Rutan Sialang Bungkuk di Pekanbaru yang sempat ricuh pada Jumat (5/5) siang telah kondusif. Menurutnya, petugas rutan yang dibantu kepolisian dan militer telah berhasil menguasaai keadaan.

“Petugas berhasil mengamankan tahanan dan WBP (warga binaan pemasyarakatan, red) sebanyak 73 orang dari seratusan yang mencoba melarikan diri,” ujarnya.

BACA  Selama 44 Tahun, Pengelola TMII Tak Pernah Setor ke Kas Negara

Ferdinan berada di Jakarta untuk rapat dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham. Namun, insiden di Rutan Sialang Bungkuk membuatnya harus segera kembali ke Pekanbaru.

Lebih lanjut Ferdinand menjelaskan kronologis terjadinya kerusuhan di Rutan Sialang Bungkuk. Mulanya, tahanan dan WBP melakukan beberapa aksi rusuh di dalam rutan ketika petugas Rutan Sialang Bungkuk sedang melaksanakan salat Jumat. Selanjutnya sekitar pukul 12.30, ada WBP yang membobol pintu pagar utama rutan dan mencoba melarikan diri.

BACA  Kemenkumham Tak Akui Kepengurusan Demokrat Kubu Moeldoko

“Sekitar 100 orang berlarian keluar dari rutan,” tuturnya.

Ferdinand menyebut jumlah penghuni Rutan Sialang Bungkuk memang sudah melebihi daya tampung. Rutan yang mestinya berkapasitas 561 orang itu harus menampung 1870 orang.

Artinya, ada kelebihan hingga 333 persen. Sedangkan total pegawai di Rutan Sialang Bungkuk per April 2017 ada 51 orang.

BACA  Duplikasi Website, Dua WNI Curi Data 30 Ribu Warga AS

Dari jumlah itu, ada tiga sif tugas pengamanan. Totalnya ada 30 petugas pengamanan. Artinya sFerdinand menambahkan, kini petugas rutan telah bekerja sama dengan Brimob Polda Riau, TNI, dan masyarakat untuk mencari WBP yang melarikan diri. “Kami siap menjaga keamanan masyarakat disana,” tambahnya.(hg/ara/jpnn)


Komentar