Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapal TNI AD yang Tenggelam di Kepulauan Seribu Segera Diangkat

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 14 Maret 2018 | 14:55 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Kapal motor cepat (KMC) TNI AD-16-05 yang tenggelam di Kepulauan Seribu pada Senin (12/3) rencananya akan segera diangkut ke daratan. Kapal itu tadinya mengangkut personel Kodam Jaya yang hendak menuju ke Pulau Pramuka, dalam rangka menyiapkan perlengkapan dan kesiapan kegiatan bakti sosial TNI.

“Rencana kapal akan diangkat,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (14/3). Namun dia tidak menjelaskan kapan pastinya kapal tersebut akan diangkat. Akan tetapi Hadi menegaskan pengangkatan itu dilakukan guna menginvestigasi penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

“Permasalahannya apa, yang jelas semuanya itu adalah sistem yang harus kita laksanakan, mekanisme yang kita laksanakan, sehingga diketahui penyebabnya kejadian kecelakaan itu apa,” jelasnya.

BACA  Image TPA Harus Jauh dari Kesan Kumuh dan Busuk

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi penyebab kecelakaan dua alutsista milik TNI. Selain KMC AD-16-05, satu unit Tank M113 milik TNI juga tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah pada Sabtu (10/3).

BACA  44 Tahun Dikelola Yayasan Harapan Kita, Pengelolaan TMII Diambil Alih Pemerintah

“Sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan, investigasi,” kata dia. “Kita akan terbuka menyampaikan apakah permasalahan manusia ataukah teknis. Sehingga tim sampai hari ini sedang bekerja terus, baik yang di Bogowonto maupun Pulau Seribu,” jelasnya.

Investigasi yang dilakukan termasuk perlengkapan keamaan Tank M113 ketika membawa anak-anak PAUD dan TK. “Itu nanti hasil penyelidikan karena jelas terjadinya pergerakan tank dan sebagainya itu akan diurut ini dari mana asalnya, perintahnya, dari tim investigasi nanti,” tutur Hadi.

BACA  Berita Duka, Tokoh Buruh Indonesia Muchtar Pakpahan Wafat

Lebih lanjut dia mengatakan, dua kecelakaan alutsista TNI ini akan disampaikan pula ke Komisi I DPR dalam rapat dengar pendapat (RDP) pekan depan.

“Yang jelas kalau memang sudah ada hasilnya kami sampaikan hasilnya. Tetapi kalau belum (ada), kami sampaikan bahwa masih dalam proses investigasi,” pungkas mantan Kepala Staf TNI AU itu.

(dna/ce1/JPC)


Komentar