Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapolda Jateng Siapkan Polisi Pariwisata di Kota Lama Semarang

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 18 Oktober 2016 | 19:18 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id SEMARANG – Ini angin segar bagi wisatawan mancanegara. Kepolisian Republik Indonesia rupanya semakin “sadar pariwisata.” Tentu ini step perkembangan yang dahsyat di tubuh Polri, dan sekaligus angin segar buat pariwisata yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai core economy negeri. Ditandai dengan langkah Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono yang bakal mendukung penuh, pengembangan kawasan Kota Lama Semarang.

“Sejumlah titik di kawasan Kota Lama Semarang akan berbenah. Kami mendukung dengan semua kekuatan yang kami miliki, dan terus berkoordinasi dengan semua yang terkait,” kata Condro.

BACA  Ini Daftar 17 Korban Sriwijaya Air SJ182 yang Sudah Teridentifikasi Tim DVI

Dia rupanya sudah menginstruksikan Kapolrestabes Semarang untuk menyiapkan personel polisi pariwisata.
“Saya minta Kapolrestabes menyiapkan polisi dengan kemampuan berbahasa Inggris, harus menebar senyum dan mampu berkomunikasi dengan baik terhadap wisatawan,” katanya.

Tentu, ini akan mengubah performance polisi di Kota Lumpia itu, lebih ramah, lebih friendly, lebih asyik, lebih welcome terhadap wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

Dia menuturkan polisi wisata itu akan disesuaikan dengan kearifan lokal. Dan itu, akan diterapkan di berbagai daerah. Condro mencontohkan kawasan dataran tinggi Dieng, polisi pariwisatanya menunggangi kuda. “Misalnya naik kuda pakai topi koboi, jadi bisa menambah atraksi wisata di sana,” katanya.

BACA  Mantan Kapolda Gorontalo Masuk Bursa Kabareskrim

Soal Kota Lama Semarang, ini seirama dengan apa yang dilakukan Menpar Arief Yahya, yang mendorong hospitality dan keramahan masyarakat terhadap wisatawan. Di Eropa, heritage itu asset pariwisata yang mahal, dan selalu ditonjolkan sebagai atraksi yang berkelas.

Kemenpar pun saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan Restorasi Kota Lama Semarang sesuai dengan PERDA No. 8/2003 tentang RTBL Kawasan Kota Lama.

Larasati Sedyaningsih, PIC Pokja Borobudur Kementerian Pariwisata mengatakan, tujuan pengembangan heritage itu adalah melindungi kekayaan historis dan budaya di kota lama, mengembangkan kawasan wisata sejarah, pemanfaatan ruang yang sesuai dengan tujuan konservasi dan revitalisasi kawasan historis budaya. ”Dan tentunya mengembangkan kesadaran dan peran serta pemerintah, swasta dan masyarakat. Pengembangan Kota Lama memiliki visi Menuju Kota Warisan Dunia 2020,” ujar Larasati.

BACA  Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Jokowi Bilang Begini

Saat ini telah dibentuk BPK2L (Badan Pengelola Kawasan Kota Lama), yang sebelumnya, sudah menginventarisasi pemanfaatan gedung-gedung di kawasan Kota Lama untuk menghidupkan kawasan bangunan cagar budaya itu.

Laman: 1 2 3


Komentar