Minggu, 17 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapolda: Polisi Narkoba Tembak Ditempat!

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 29 Desember 2017 | 12:15 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Kepolda Gorontalo, Brigjend Pol Rachmad Fudail nampaknya tidak main-main dalam memerangi peredaran narkoba di Gorontalo. Tak hanya siap menindak tegas pelaku narkoba di kalangan masyarakat biasa, dia bahkan memerintahkan kepada unit narkoba Polda Gorontalo untuk menembak anggota polisi yang ketahuan terlibat narkoba.

“Polisi adalah penegak hukum di negara ini, jadi sangat memalukan kalau malah anggota institusi kita sendiri yang ikut terlibat di dalamnya,” ujar Jenderal bintang satu ini, kemarin, Kamis (28/12).

Mantan Wakapolda Jambi mengatakan, pemberantasan narkoba merupakan salah satu tugas utama yang selalu digaungkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Olehnya, seluruh jajaran kepolisian diwajibkan untuk mentaatinya. Bahkan, menurut Rachmad, kalaupun ada anggota kepolisian yang terlibat narkoba kemudian melawan saat hendak ditangkap, agar langsung ditindak tegas.

BACA  Dipasok dari Sulteng, Polsek KPG Gagalkan Penyelundupan 90 Ekor Anjing

“Ada anggota yang melawan karena terlibat narkoba, kita tembak di tempat,” tegasnya.  Olehnya, Kapolda menghimbau kepada seluruh anggota kepolisian yang ada di Gorontalo untuk menjauh dari lingkaran peredaran narkoba. Sikap tegas dari Kapolda ini sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya, belakangan tingkat pelanggaran kriminal maupun disiplin yang dilakukan oleh anggota kepolisian sejauh ini terbilang cukup tinggi.

Menurut catatan Polda Gorontalo sendiri, jumlah pelanggaran personil Polda Gorontalo untuk tahun 2017 mencapai 217 kasus. Dimana pelanggaran pidana berjumlah 35 kasus sedangkan untuk pelanggaran disiplin mencapai 173 kasus.

BACA  Presiden Reshuffle Kabinet, Ada Nama Sandiaga Uno

Untuk keseluruhan kasus ini, Polda Gorontalo sendiri sudah mengambil tindakan tegas, yakni dengan melakukan pemecatan kepada empat orang anggota Polda Gorontalo di tahun 2017 ini. Mereka yang dipecat karena sudah tidak pernah masuk dan melaksanakan tugas.

Dari total empat orang anggota tersebut, salah satunya berpangkat perwira dan juga alumnus Akpol. “Hilang satu, akan tumbuh seribu.

Kalau mereka memang tidak mau menjadi anggota Polri, silahkan saja berhenti. Kedepan, Insya Allah, akan banyak putra-putri terbaik bangsa yang bakal masuk dan ingin menjadi anggota Polri demi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

BACA  Usai Tenggak Miras, Warga Boalemo Meninggal Dunia

Lebih rinci, saat ini pula ada kurang lebih 21 anggota yang sementara melalui proses pidana umum. Dari total angka tersebut, 7 diantaranya merupakan anggota Polri yang berperkara narkoba dan sisanya berhubungan dengan pidana umum. “Jadi tidak ada tebang pilih.

Kalau ada anggota yang salah, pasti akan kami proses. Nanti setelah diproses pidana umumnya, akan ditindaklanjuti lagi dengan proses sidang kode etik terhadap anggota tersebut.

Bisa saja gaji mereka tidak diberikan, hukuman kurungan, tunda pangkat dan bahkan pemecatan. Ini tegas akan kami lakukan bagi anggota-anggota yang melakukan kesalahan,” pungkasnya. (tr-45/kif/hg)


Komentar