Kapolda Target Putra Gorontalo Lolos Akpol 

Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Wahyu Widada menyampaikan gagasan dan program Polda Gorontalo saat temu media, di ruang rupatama Mapolda Gorontalo, Senin (09/12/2019). (Foto Jitro PaputunganGorontalo Post)

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Jumlah perwira polisi jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) asal Gorontalo sangat minim, dalam tiga tahun terakhir bahkan tak ada putra Gorontalo yang memenuhi kouta Akpol.

Kondisi itu, membuat Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Wahyu Widada, prihatin. Padahal, jenderal bintang satu ini menilai, putra-putri Gorontalo memiliki peluang untuk bersaing merebut tiket ‘calon jenderal’ itu.

Menurut Kapolda, ia telah melakukan mapping, dimana kendala putra-putri Gorontalo ‘kesulitan’ tembus Akpol. Salah satunya adalah faktor akademik.

“Disini (Gorontalo) lulus, tapi setelah (tes) lanjutan, itu masih kalah bersaing. Itu yang kita harus benahi, kita persiapkan sejak awal,”kata Brigjen Wahyu Widada, saat temu media, di ruang rupatama, Mapolda Gorontalo, Senin (09/12/2019).

Mantan Sespri Kapolri ini menginginkan setiap tahun ada putra/putri Gorontalo yang lulus Akpol secara murni. Makanya, kata Brigjen Widada, ia bekerjasama dengan Gubernur dan Bupati/Walikota untuk melakukan penjaringan sedari awal, yakni mempersiapkan siswa-siswi untuk dilatih. Polda, kata dia, siap melatih untuk mempersiapkan kader-kader terbaik Gorontalo.

“Harus ada dari Gorontalo (lulus Akpol), jadi satu kebanggaan bagi saya, bagi kita semua,  ada putra Gorontalo yang masuk Akpol dengan murni. Bukan karena Mabes Polri prihatin karena tidak ada orang Gorontalo yang masuk,” ujar Brigjen Widada.

Dalam masa kepemimpinannya sebagai Kapolda Gorontalo, penjaringan itu akan dilakukan, yakni dengan menyisir siswa kelas 2 dan kelas 3,  diberikan bimbingan tes, menjaga fisik dan pembinaan, sehingga akan mudah ketika mengikuti tes akpol. Memang ada beberapa yang kategori pintar, lulus dalam tes akademik, namun dalam tes lainya ternyata tidak memenuhi syarat.

“Misalnya buta warna, itu tak bisa ditolelir, pasti gugur,” katanya.

Ia menargetkan, selama mengabdi di Gorontalo, akan ada orang Gorontalo yang lulus Akpol.

“Saya datang ke sini (Gorontalo) untuk mengabdi, kalau saya pulang tidak ada yang saya perbuat untuk Gorontalo, maka itu tidak ada gunanya saya mengabdi,”ujar Brigjen Widada.

Akabri 1991 ini menegaskan, dalam perekrutan Akpol termasuk Bintara Polri, tidak ada pungutan dalam bentuk apapun. Orang tua atau peserta perekrutan, diharamkan memberikan imbalan. “Rugi sendiri bagi siapa yang memberikan (suap). Yang terlibat, saya tegaskan akan ditindak. Tidak boleh,” tegas Kapolda. (gp/hg)