Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapolres Larang, Aksi Demo Terhadap PTPG Sudah Anarkis

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 11 Mei 2018 | 14:35 PM Tag: , , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Kapolres Boalemo AKBP Ade Permana memberikan peringatan keras kepada warga yang melakukan aksi demo atau sejenisnya yang mengarah ke tindakan yang anarkis. Pasalnya, jika hal itu terjadi maka jeratan pidana sudah menanti.

Hal itu ditegaskan orang nomor satu di institusi Tribrata Boalemo menyusul adanya aksi-aksi demo hingga pemblokiran jalan di Wonosari akhir-akhir ini. Menurutnya, terkait demo yang ditujukan ke pihak PT PG Gorontalo, pihaknya telah berupaya mediasi dan berhasil berhasil mendinginkan suasananya yang awalnya mulai memanas.

“Kita sudah melaksanakan pertemuan tadi, dan ada kesepakatan bahwa, hari Senin pekan depan akan dilaksanakan pertemuan lanjutan, antara pimpinan PT PG, Pemerintah daerah dan masyarakat, dan kondisi keamanan tetap kondusif,” ujar Kapolres.

Disentil soal adanya informasi yang sempat beredar bahwa ada upaya penyanderaan mobil milik PT PG Gorontalo oleh warga, Kapolres membantah hal itu.
“Tidak ada penyanderaan mobil perusahaan oleh warga, ya.? Kalau penyanderaan mobil tentu arahnya ke pidana, tetapi itu tidak terjadi,  Hanya mobil pengangkut tebu yang sementara ini belum boleh melintas saja. Sebetulnya para warga ini hanya ingin mendapat perhatian dari pihak PT PG Gorontalo,” ujar Kapolres.

Namun demikian, Kapolres tetap mengimbau, agar jangan ada aksi aksi anarkis dari warga. “Kita juga sudah menurunkan pasukan untuk berjaga di lokasi, karena kebetulan juga portal yang dipasang warga lokasinya tepat di depan Polsek Wonosari.

Sebelumnya ratusan warga dari 7 Desa yang ada di Kecamatan Wonosari kembali berkumpul di simpang empat Desa Harapan Kecamatan Wonosari.  Para warga tersebut berkumpul dan membuat portal (palang) ke arah jalur Bongo Tua.

Portal ini digunakan untuk menghalangi aktivitas arus kendaraan pengangkut tebu milik PT PG Gorontalo.  Hal ini merupakan salah satu bentuk protes warga, atas belum adanya kepastian pertanggung jawaban pihak PT PG Gorontalo terkait penggalian kembali embung serapan air yang saat ini telah tertimbun.

Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Kecamatan Wonosari selalu terendam banjir setiap kali hujan mengguyur. Kuat dugaan bahwa banjir disebabkan oleh tidak berfungsinya embung yang berfungsi sebagai wadah peresap air. Padahal embung tersebut merupakan ketentuan sebagai bagian dari antisipasi dampak lingkungan.

Setelah dilaksanakan mediasi, terjadi kesepakatan bahwa PT PG Gorontalo wajib mengembalikan kembali fungsi embung guna meminimalisir dampak banjir. Namun, hingga beberapa hari pasca kesepakatan, realisasi dari pihak PT PG Gorontalo belum juga dilaksanakan, sehingga membuat masyarakat mulai gusar.

Akhirnya, para warga kembali meminta kejelasan janji pihak PT PG terkait realisasi pertanggung jawaban mereka untuk memfungsikan kembali embung yang ada di Kecamatan Wonosaru tersebut.

Kegusaran warga tersebut, dilampiaskan dengan melakukan blokade jalur untuk menghalangi sementara aktivitas armada angkutan tebu melintasi wilayah yang diberi Portal.

Sementara itu, aksi pemasangan Portal pada jalur lintasan armada angkutan tebu ini, sempat membuat kalangan buruh protes. Pasalnya mereka tidak bisa lagi melaksanakan pekerjaan pengangkutan tebu dari lahan di wilayah Wonosari menuju Pabrik PT PG di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo.

Sempat disampaikan solusi berupa jalur alternatif yang memutar, namun para pengemudi armada pengangkut tebu, yang rata rata adalah mengingat kontrak kerja dengan PT PG Gorontalo merasa keberatan dengan jalur alternatif tersebut dikarenakan aksesnya memutar dan menimbulkan kompensasi kerugian BBM kendaraan.

Hal ini kemudian membuat pihak Polres Boalemo turun tangan dan melaksanakan upaya persuasif denga menggelar pertemuan bersama, antara masyarakat,  dan PT PG.
Pertemuan itu dilaksanakan di Aula Desa Harapan, dan dihadiri langsung Kapolres Boalemo AKBP Ade Permana, dan Kapolsek Wonosari IPTU Darwin Pakaya.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar