Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapolri Apresiasi Keberanian Sekuriti Hadang Pelaku Bom Bunuh Diri

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 29 Maret 2021 | 04:05 WITA Tag: , , ,
  PRIHATIN: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi korban ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, yang dirawat di RS Bhayangkara Polri, Minggu (28/3). (ANTARA/Divisi Humas Polri)


Hargo.co.id, MAKASSAR – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi keberanian sekuriti (petugas keamanan) Gereja Katedral Kota Makassar yang menghalangi pelaku bom bunuh diri agar tidak masuk ke dalam gereja.

’’Kami merasa prihatin, sekarang (sekuriti, Red) sedang dirawat di Rumah Sakit Polri karena lukanya, dan semoga lekas sembuh,’’ kata Kapolri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu malam (28/3).

Kapolri bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri dan Panglima menyempatkan diri mengunjungi korban ledakan bom yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Makassar. Ia menyebutkan, bahwa ada dua orang korban terluka sudah selesai menjalani operasi. ’’Kondisi korban sudah sadar dan bisa diajak bicara,’’ kata mantan Kabareskrim Polri itu.

BACA  Terkait Dana Bansos, Effendi Gazali Diperiksa KPK

Pejabat dengan empat bintang di pundaknya itu juga mengungkapkan, bahwa pelaku bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan berasal dari kelompok militan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). ’’Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina,’’ kata Sigit.

Menurut dia, pelaku bom bunuh diri yang tewas berjumlah dua orang terdiri atas laki-laki dan perempuan. ’’Pelaku yang meninggal dunia ada 2 orang, laki-laki dan perempuan,’’ katanya.

Mantan Kapolda Banten itu menyebutkan, inisial pelaku berjenis kelamin laki-laki yakni L. Sementara untuk pelaku perempuan masih diidentifikasi. Kapolri pun meminta masyarakat agar tenang dan tidak panik terkait aksi bom bunuh diri. Masyarakat diminta tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. ’’Kami TNI-Polri akan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,’’ tegasnya.

BACA  Cegah Peredaran Dari Dalam Lapas, 643 Bandar Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan dua pelaku bom bunuh diri datang menggunakan sepeda motor metik dengan nomor polisi DD 5984 MD berboncengan hendak masuk ke dalam gereja.

Petugas sekuriti gereja yang mencurigai kedua pelaku lalu menghalanginya masuk ke dalam gereja, tak lama setelah itu terjadi ledakan. Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.20 WITA, data awal menyebutkan 2 korban meninggal diduga pelaku bom bunuh diri, dan 20 orang dari masyarakat umum serta sekuriti mengalami luka-luka.

BACA  Kapolri Sebut Terduga Teroris di Katedral Makassar Jaringan JAD

Laporan dari Makassar menyebutkan ada sejumlah petugas keamanan (sekuriti) gereja yang terluka, salah satunya mencoba menghadang pelaku masuk dalam gereja. Korban petugas keamanan (Satpam), diketahui bernama Cosman, mengalami luka bakar serius pada bagian wajahnya.

Petugas keamanan lainnya bernama Daeng Tampo (60), saat kejadian berada jauh dari lokasi ledakan, tapi juga terluka mengalami gagal pendengaran sebagai dampak dari ledakan bom tersebut. (*/jawapos/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Kapolri Apresiasi Keberanian Sekuriti Hadang Pelaku Bom Bunuh Diri“. Pada edisi Ahad, 28 Maret 2021.

Komentar