Minggu, 17 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapolri Resmi Copot Brigjen Prasetijo dari Jabatannya

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 16 Juli 2020 | 00:05 WITA Tag: , ,
  Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meminta maaf. Foto: Ricardo/JPNN.com


Hargo.co.id, JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis resmi mencopot Brigjen Pol Prasetijo Utomo dari jabatannya sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri.

“Mutasi dilakukan dalam rangka pemeriksaan,” kata Jenderal Idham saat dihubungi di Jakarta, Sebagaimana dilansir JPNN.com, Rabu (15/7).

Prasetijo pun digeser ke bagian Yanma Polri.

Keputusan mutasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 tanggal 15 Juli 2020. Surat telegram itu ditandatangani As SDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan mewakili Kapolri.

Pencopotan Prasetijo dari jabatannya dilakukan saat Prasetijo menjalani pemeriksaan di Div Propam Polri terkait surat jalan yang ditandatanganinya untuk buronan Djoko Tjandra.

BACA  Dalam 2 Hari Vaksin Sinovac Tiba di 34 Provinsi, Berikut Rinciannya

Dari hasil penyelidikan internal Polri, Prasetijo diketahui mengeluarkan surat jalan bagi Djoko Tjandra atas inisiatif sendiri tanpa seizin pimpinan.

“Bahwa surat jalan tersebut yang ditandatangani oleh salah satu biro di Bareskrim Polri. Surat jalan tersebut dikeluarkan Kepala Biro itu inisiatif sendiri dan tidak izin sama pimpinan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

Kapolri Jenderal Idham Azis berkomitmen untuk memberikan sanksi kepada jajarannya yang melakukan kesalahan fatal.

BACA  Indonesia Amankan Pasokan 100 Juta Dosis Vaksin COVID-19

“Komitmen Bapak Kapolri jelas. Hari ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan. Jika terbukti, akan dicopot dari jabatannya. Dan ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk personel Polri yang lain,” kata Argo.

Sebelumnya Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengatakan bahwa surat jalan yang selama ini dipakai oleh buronan kasus korupsi cessie Bank Bali, Djoko Tjandra dikeluarkan oleh Bareskrim Polri.

Neta mengatakan berkat surat jalan itu, Djoko bisa bepergian dari Jakarta ke Kalimantan Barat lalu tidak diketahui keberadaannya.

Menurut Neta, surat jalan untuk Djoko Tjandra dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas tertanggal 18 Juni 2020.

BACA  Begini Kata Gibran bin Jokowi Soal Tudingan Terlibat Korupsi Bansos

Surat itu ditandatangani Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Dalam surat jalan itu, Djoko disebutkan berangkat ke Pontianak, Kalimantan Barat pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020. (antara/jpnn/hg)

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Kapolri Copot Brigjen Prasetijo dari Jabatannya“. Pada edisi Rabu, 15 Juli 2020.


Komentar