Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapolri Sebut Karhutla Jadi Pertaruhan Jabatan Kapolda

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 7 Agustus 2017 | 08:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id– Kapolri Jenderal Tito Karnavian memeringati seluruh anak buahnya yang berada di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Jika terjadi Karhutla, maka kapoldanya siap-siap untuk dicopot dari jabatannya. Tak hanya kapolda, kapolres pun demikian.

Jenderal Tito mengatakan, ancaman itu merupakan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, ancaman dari Presiden itu tidak hanya berlaku untuk Polri saja, TNI juga demikian.

“Ini perintah dari Presiden. Jika ada terjadi kebakaran, tidak mampu memadamkan, para kepala satuan TNI dan Polri akan dievaluasi,” ujar Tito seperti dilansir Jambi Ekspres (Jawa Pos Group).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Gubernur Jambi Zumi Zola saat penandatanganan prasasti Polsek Tabir.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Gubernur Jambi Zumi Zola saat penandatanganan prasasti Polsek Tabir. (Zainur/Jambi Ekspres/JawaPos.com)

Kata Dia, ini sudah berlaku sejak 2015. Oleh karena itu, TNI dan Polri diminta menjadi ujung tombak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Tito menyebutkan, sejak 2015 terjadi gejala elnino. Curah hujan di Indonesia relatif rendah. 2016 terjadi Lanina. Uap air berkumpul di Indonesia, sehingga lebih banyak curah hujan.

Pada 2017 ini, dari BMKG memerkirakan Juli hingga September akan terjadi kemarau. “Karena itu pemerintah sudah mengantisipasi melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara bersama,” jelasnya.

“Mulai dari Polri, TNI, Pemda, Kehutanan dan instansi terkait termasuk swasta. Kuncinya adalah pencegahan,” timpal alumnus Akpol 1987 ini.

(iil/jpg/JPC/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar