Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kapten Nurmantyo: Jiwa Komando Membuat Kita Lebih Tangguh

Oleh Aslan , dalam LifeStyle , pada Senin, 8 Mei 2017 | 05:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – Maruli Tampubolon memerankan Kapten Nurmantyo dalam film bertema militer terbaru, Merah Putih Memanggil.

Di luar beratnya latihan hingga proses syuting, banyak pengalaman berharga yang dirasakan Maruli Tampubolon saat menjalani peran dalam film yang rilis pada 5 Oktober mendatang, bertepatan dengan HUT TNI.

Terlebih, perannya itu seolah menjadi jawaban atas cita-cita masa kecil Maruli menjadi tentara. Putra kedua pengacara kondang Juan Felix Tampubolon tersebut mengaku dididik sang ayah dengan disiplin ala militer.

Beranjak dewasa, Maruli menerapkan pola hidup sehat dan rutin olahraga membentuk fisik hingga jadi seperti sekarang.

Maruli percaya, ketika kita bertransformasi ke versi yang lebih baik, pada saatnya Tuhan akan menjawab keinginan kita dan membukakan jalan.

Maka, ketika akhirnya menempuh karir sebagai pengacara, penyanyi, dan aktor, Maruli berkesempatan memainkan peran sebagai prajurit TNI.

BACA  Kontak Tembak dengan KKB Papua, Satu Anggota TNI Gugur

”Jiwa komando membuat kita lebih tangguh, tidak cengeng, tidak gampang menyerah. Dan itu saya terapkan dalam dinamika kehidupan saya, misalnya karir sebagai penyanyi,” terang Maruli yang sebelumnya juga berperan dalam drama seri Patriot di salah satu stasiun televisi.

Lebih dari satu bulan berinteraksi dengan prajurit TNI membuat Maruli merasa sudah seperti keluarga dengan mereka.

Di luar syuting, dia kerap mengobrol dan bercanda. ”Di balik sosok TNI yang tegas dan disiplin, ada sisi kelembutan hati,” kenangnya.

Hal serupa diungkapkan Rio Dewanto. Setelah mengikuti pelatihan militer dan syuting film tentang TNI, dia mendapat banyak manfaat serta pelajaran.

Rio menjadi lebih respek terhadap jasa pasukan TNI. Latihan berat dan tanggung jawab besar yang diemban pasukan TNI ataupun pasukan khusus lainnya berhak mendapat perlakuan terhormat.

”Saya bisa bilang begitu karena sempat merasakan prosesnya walau cuma sebentar,” katanya.

BACA  Ini 5 Tips Melawan Rasa Lapar Saat Diet

Dari pengalaman saat berlatih dan berakting pun, Rio menyadari bahwa dedikasi para tentara kepada negara sangat besar.

Aktor 29 tahun itu kagum dengan pengorbanan dan kesediaan para tentara untuk jauh dari keluarga demi latihan keras dan bela negara.

”Tapi, menurut saya, pendapatannya masih kurang. Harus ada evaluasi dalam hal anggaran militer. Supaya kesejahteraan tentara sama besar seperti dedikasi mereka,” tuturnya.

Rio menambahkan, spirit melayani rakyat ala TNI sedikit menular dalam dirinya. Sebab, selama ikut latihan, Rio dan anggota TNI yang berlatih bersama selalu membawakan yel-yel berisi pengabdian untuk rakyat. ”Sampai sekarang juga masih sering nyanyiin sih kalau lagi nganggur,” kata Rio, lantas tertawa.

Lain halnya dengan Rendy Kjaernett. Seusai syuting dan latihan, persepsinya tentang tentara sedikit berubah. Sebelumnya Rendy beranggapan bahwa tentara adalah sosok yang selalu tegar, keras, dan sigap.

BACA  7 Manfaat Buah Mengkudu untuk Kesehatan

”Tapi, selama di latihan dan syuting, saya melihat dan mendengar cerita bahwa kadang-kadang mereka pernah sedih karena pisah dengan keluarga atau kehilangan teman saat pertempuran,” ungkap dia.

Menangis pun menjadi salah satu hal yang pernah dilakukan anggota TNI jika bersedih. ”Mereka sangat manusiawi dan emosional dalam arti positif,” tambahnya.

Segi emosi dan pengabdian tulus para anggota TNI juga menginspirasi Rendy. Bagi dia, anggota TNI sebenarnya sosok yang sama dengan orang lain. Hanya, mereka punya tugas bela negara yang besar. ”Pokoknya, saya jadi lebih kagum dan respek sama mereka,” tegasnya.

Bahkan, kalau ada proyek film serupa, Rendy ingin bermain lagi. ”Saya merasa sangat tertantang dari segi aksi maupun emosinya,” tambah Rendy. (hg/nor/len/c9/owi)


Komentar