Selasa, 24 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KARNAVAL KARAWO 2017! Diguyur Hujan, Makeup Lentur, Waktu Molor..

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 27 November 2017 Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Iven pariwisata tahunan, Karnaval Karawo kembali dihelat Pemerintah Provinsi Gorontalo, Sabtu (25/11). Ajang promosi kain sulam karawo ini nyaris tak terlaksana, gara-gara ketika pelaksaan, Kota Gorontalo diguyur hujan yang cukup lebat.

Mulanya, pembukaan karnaval karawo digelar pukul 12.30 wita. Estimasi waktu ini sudah diperhitungkan dengan 41 kontingen peserta yang akan meramaikan karnaval karawo. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, maka diperkirakan karnaval karawo yang start dari depan rumah dinas Gubernur dan finish di depan kantor Bank Indonesia ini akan tuntas sebelum waktu magrib. Tapi semua meleset, pukul 15.00 wita, acara belum juga dimulai.

Warga yang sudah menanti di tenda yang disapkankan pun mulai khawatir, karnaval yang bekerjasama dengan Bank Indonesia ini bakal gagal terlaksana. Beruntung hujan mulai reda. Kendati belum sepenuhnya reda, pantia langsung memulai acara. Pemandu Acara Agus Lahinta dan Cintia Masa memulai acara dengan mengundang sejumlah pihak untuk sambutan, seperti Kadis Pariwisata, Kepala Bank BI dan Gubernur Rusli Habibie untuk membuka acara.

BACA  Virus Corona : PDP di Gorontalo Bertambah Jadi 12 Orang
Duta karawo menampilkan maskot karnaval karawo 2017, Sabtu (25/11). Sebanyak 41 kontingen peserta turut meramaikan iven tahunan hasil kerjasama Pemprov Gorontalo dan Bank Indonesia ini. (foto : natha / gorontalo post)

Agenda ceremonial itu memakan waktu hampir setengah jam. Barulah satu persatu peserta karnaval karawo ditampilkan. Awalnya penampilan model dengan desain karawo yang pernah ditampilkan di Couture New York Fashion Week, Amerika Serikat. Setelah itu, penampilan Polwan Polda Gorontalo, atraksi Marching Band SMP Negeri 1 Kota Gorontalo, duta karnaval karawo dan seterusnya oleh kontingen peserta karnaval. Menariknya karnaval kali ini juga diikuti kontingen dari Kota Tomohon, Kota Manado, Kabupaten Boul dan Kabupaten Parigi Moutong.

BACA  Virus Corona: Delapan Warga Gorontalo Dalam Pengawasan

Dibalik itu, persiapan para peserta karnaval ternyata total. Di gedung belle li mbui, tempat para peserta berkumpul, terlihat kesibukan para peserta. Sejumlah perias bahkan diadakan khusus.
Amalia Wulandari peserta asal Pemkot Gorontalo, dengan nomor peserta tampil 39 mengaku pusing, sebab waktu pelaksanaan yang molor dari sebelumnya. Apalagi ia dan timnya sudah berdandan sejak pagi. “Saya so rasa pusing ba tunggu ba tampil ini”,Ujar Amalia yang masih duduk di bangku SMP itu.

Banyak warga berteduh di saat hujan mengguyur karnaval Karawo. (foto : jalal / gorontalo post)

Sejumlah peserta yang telah dirias itu juga terlihat berbaring-baring di lantai gedung menunggu giliran tampil. Begitu tampil peserta juga menyajikan penampilan yang maksimal. Kendati masih diguyur hujan yang mebasahi makeup di wajah mereka hingga lentur, serta sebagian peserta yang menenteng beban cukup berat karena ada yang mencapai 10 Kg, seperti desain kupu-kupu, burung merak dan mahkota, tapi mereka tetap menampilkan senyum ke warga yang melihat.

BACA  Pintu Masuk ke Gorontalo Diawasi Ketat

Bahkan tak lupa melayani permintaan warga untuk berswafoto. Iven ini pun baru tuntas jelang salat Isya. Selain penampilan peserta karnaval, dibeberapa titik juga diadakan stand setiap daerah di Gorontalo. Pada stand ini ciri kesenian khas masing-masing daerah ditampilkan.

Gubernur Rusli Habibie mengapresiasi pelaksanaan karnaval karawo. Ia berharap iven ini memang benar-benar memberikan efek peningkatan ekonomi warga. “Kedepan karawo akan terus dikembangkan, kita menganggarkanya di APBD untuk pelatihan bagi perajin,”ujarnya.

Laman: 1 2