Rabu, 14 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kartu Paket Data Ditarik, Outlet Tak Lagi Menjual, Provider Telkomsel Sebut Produksi Dikurangi

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 26 April 2018 | 09:53 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Sudah hampir setengah hari Yusuf, berkeliling mencari kartu paket data untuk ponsel miliknya, Rabu (25/4). Warga Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo itu sudah menyisiri gerai/kios seluler. Dari wilayah Limboto hingga Telaga. Hasilnya nihil.

“Kartu paket data sudah ditarik Pak. Stok sudah tak ada lagi,” ucap penjaga kios seluler yang ditemui Yusuf di beberapa kios. Tak hanya Yusuf, kejadian serupa juga turut dialami Arman Husain, warga Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Pria yang kuliah di salah satu universitas di Kota Gorontalo itu sempat mondar-mandir di sejumlah kios seluler.

“Bulan-bulan sebelumnya, gampang mau cari. Sekarang ini agak susah. Bahkan di beberapa counter (kios,red) sudah tak ada lagi,” katanya.

Pria berperawakan kurus itu mengaku kaget ketika mendengar alasan kelangkaan kartu paket data itu dikarenakan telah ditarik.

BACA  Bersua Pejabat dari Kementan, Wagub Sampaikan Keluhan Petani di Gorontalo

“Saya sama sekali tak tahu apa memang sudah ditarik,” ungkapnya.

Sementara itu tak hanya di tingkat konsumen. Sejumlah outlet penjualan kartu seluler di daerah ini mengaku ketersediaan kartu paket data sudah berkurang. Beberapa outlet yang ada mengaku, kondisi tersebut dikarenakan kartu data untuk Telkomsel sudah tidak produksi lagi. “So tidak produksi, jadi so tidak ada lagi kartu data,” kata salah seorang owner bisnis selular di Kota Gorontalo yang enggan menyebutkan namanya.

Menurutnya, kartu data tak lagi produksi disebabkan banyak kartu yang terblokir ketika dipakai.

“Mungkin ini karena ada kaitannya dengan registrasi kartu, jadi tidak sembarang lagi beli kartu data,” ujarnya.

Selfi, karyawan outlet Telkomsel lainnya juga mengatakan, sejak beberapa hari lalu, pihaknya tak lagi memiliki stok kartu data. “Pas habis, ketika pesan dapat info bahwa sudah kosong dan tidak produksi lag. Sekarang yang ada hanya internet Bulk, hampir sama dengan kartu data harganya,” katanya.

BACA  Pemprov Gorontalo Masuk 10 Besar Penilaian PPD Tahun 2021

Sementara itu, Manager Telkomsel Branch Gorontalo, Anton Mahendra saat dikonfirmasi menjelaskan, khusus Telkomsel, untuk bulan ini, produksi kartu data sudah dikurangi. “Kami tidak ingin menabrak regulasi (aturan registrasi Kementerian Kominfo), sehingga itu kami siapkan alternatifnya, yaitu paket data Bulk,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, hingga saat ini, pihaknya tidak melakukan penarikan kartu data yang sudah ada di outlet. “Karena stok di outlet memang sedikit sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, paket data Bulk lebih bagus untuk digunakan, sebab warga tak perlu repot ganti ganti kartu dan registrasi kartu baru.

Terpisah Specialist Marketing North (Sulawesi & Kalimantan) XL Axiata, Yoke Messa Ciputra mengatakan bahwa XL Axiata tidak melakukan penarikan kartu perdana di konter-konter yang ada di Gorontalo.

BACA  Idris Rahim Sebut Penyuluh dan Kader BKKBN Ujung Tombak Penurunan Stunting

“Sebab itu sudah dibeli oleh konter-konter tersebut. Sehingga bukan kewenangan kami untuk menarik kartu perdata yang dijual tersebut. Kecuali yang kami titipkan, itu yang ditarik. Tapi untuk wilayah Gorontalo tidak ada penarikan kartu,” ucap Yoke Messa.

Menurut Yoke Messa bahwa kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan registrasi kartu perdana memang berpengaruh kepada penjualan kartu perdana XL. Hanya saja mereka tetap mengikuti kebijakan pemerintah tersebut. “Sementara ini masih terus di sosialiasikan.

Kita belum bisa berbuat banyak. Kita mengikuti kebijakan pemerintah. Nantilah setelah bulan Mei kita akan lakukan evaluasi, dan melihat keinginan konsumen kita seperti apa. Tentu kami punya hitunga-hitungan tersendiri dalam memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat atau pengguna setia XL Axiata,” terang Yoke. (dan/ndi/hg)


Komentar