Minggu, 22 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Karyawan Toko Pulsa Ditipu dengan Uang Palsu

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 10 April 2017 | 14:22 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO – Hargo.co.id  Warga nampaknya perlu berhati-hati dengan peredaran uang palsu. Kali ini dengan modus membeli barang lewat toko-toko kecil oleh pengedarnya. Pelaku memanfaatkan ketidaktauan para penjaga toko-toko kecil tentang ciri-ciri uang palsu.

Hal ini seperti yang ditemui oleh Gorontalo Post di salah satu kios pulsa di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo, kemarin, Minggu (9/4). Rois Nasibu, salah seorang penjaga kios pulsa “Tekno Cell” mengaku masih trauma karena pernah ditipu oleh oknum pengedar uang palsu.

BACA  Hujan Disertai Angin Terjang Asparaga, Dua Unit Rumah Roboh

Menurut Rois, kejadian itu terjadi sekitar sebulan yang lalu. Saat itu, dirinya baru menyadari telah dibayar dengan uang palsu. Itu diketahuinya setelah hendak menyetorkan omzet selama sehari penuh kepada majikannya.

“Saya so tidak tahu kalau sapa yang bayar pake uang itu, karena dalam satu hari itu yang beli pulsa itu banyak sekali,” ujar Rois sambil menunjukkan uang pecahan Rp 100 Ribu yang dipastikan merupakan uang palsu itu.

BACA  Polisi Gunakan Metode Hunting dalam Operasi Zebra

Dari pengamatan Gorontalo Post sendiri, uang palsu yang saat ini dipajang oleh Rois di toko yang dijaganya itu memang sangat mirip dengan uang asli. Jika diterawang, uang itu punya gambar selayaknya uang asli.

Tak hanya itu, uang palsu itu juga dilengkapi dengan pita hologram seperti umumnya uang asli. Yang bisa membedakannya hanyalah jenis kertas dan kualitas tinta yang digunakan. Dimana uang palsu itu, jenis kertasnya lebih licin tak seperti uang asli yang sedikit bertekstur di beberapa bagian khususnya.

BACA  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Petinggi Jamaah Islamiyah di Lebak

Sedangkan untuk tintanya, memang lebih mencolok dan aneh jika diperhatikan lebih teliti. “Sangat sulit membedakan mana uang asli dan palsu kalau tidak diperhatikan baik-baik,” tambahnya. Olehnya menurut Roni, sejak kejadian itu dirinya bersama karyawan lainnya semakin berhati-hati saat menerima uang dari pembeli. (tr-45/hg)


Komentar