Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kasus Covid-19 Meningkat di Kota Gorontalo, Ditunggu Langkah Konkrit Pemerintah

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Kota Gorontalo , pada Kamis, 8 Oktober 2020 | 13:05 WITA Tag: ,
  Juru Bicara Penanggulangan Covid-19, Triyanto Bialangi


Hargo.co.id GORONTALO – Beberapa hari terakhir ini, angka kasus Covid-19 di Kota Gorontalo terus menunjukkan peningkatan. Data Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo per 7 Oktober 2020 menunjukkan, dari 374 kasus di Provinsi Gorontalo, 301 berada di Kota Gorontalo.

Terkait dengan hal ini, Pemprov Gorontalo menunggu langkah konkrit dari Pemkot Gorontalo, guna menekan angka kasus Covid-19 di Kota Gorontalo. Instruksi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk pelaksanaan PSBB dan sejenisnya belum direspon dengan tindakan nyata.

“Kurang lebih sudah sepekan ini instruksi Bapak Gubernur disampaikan baik secara tertulis maupun lisan. Bahkan waktu itu, Pak Gubernur duduk rapat bersama dengan Pak Wali Kota yang didukung oleh Bapak Kapolda, Danrem, Kajati dan perwakilan dari Pengadilan Tinggi. Kita menunggu apa langkah pemkot untuk menekan tingginya kasus covid-19 di kota,” ujar Juru Bicara Satgas penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo dr. Triyanto Bialangi, M.Kes, Rabu (7/10/2020).

BACA  Kadis Dukcapil Bone Bolango Tegas Dalam Penerapan Protokol Kesehatan

Ia mengatakan, langkah cepat pemkot akan sangat menentukan tinggi rendahnya kasus baru covid-19 di kota. Selain faktor lain yakni efektifnya tracking kontak pasien terkonfirmasi positif dan pelaksanaan karantina terpusat oleh pemerintah daerah sesuai perintah gubernur.

“Data positif covid-19 di kota Gorontalo sebagian besar diperoleh dari tracking dinas kesehatan provinsi. Kita beberapa hari terakhir intens melakukan swab untuk deteksi klaster perkantoran dan hasilnya cukup mengkhawatirkan. Pemprov juga punya karantina terpusat di Hotel Eljie dan Badan Diklat eks Kantor BPIJ,” lanjut Tri.

BACA  Waspadai Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Kecemasan pemprov terkait tingginya angka positif covid-19 di Kota Gorontalo bukan tanpa alasan. Hasil swab selama dua pekan terakhir menyebut warga Kota Gorontalo penyumbang terbesar angka positif. Lebih dari lima puluh persen dari total kasus harian.

“Hasil swab tanggal 23 September ada 48 kasus dari enam kabupaten/kota di mana 32 kasus berdomisili di Kota Gorontalo. Tanggal 25 September ada 45 kasus, 22 di antaranya warga kota. Berikutnya tanggal 27 September ada 33 kasus, 27 di antaranya warga kota,” beber Trianto.

Pihaknya mengerti banyak pertimbangan pemkot untuk melakukan ketegasan dalam hal penetapan PSBB atau sejenisnya sesuai dengan instruksi gubernur. Pertimbangan ekonomi warga dan faktor pendanaan kota bisa menjadi alasan.

BACA  Pekan Ini, Pasien Sembuh dari Covid-19 Meningkat

Sementara di sisi lain, apa yang menjadi Instruksi Gubernur sesungguhnya merupakan dukungannya sebagai kepala daerah dan kepala pemerintahan kewilayahan. Itu berarti, Pemprov Gorontalo siap membantu apapun yang menjadi kebutuhan pemkot untuk menekan tingginya covid-19.

“Pak Gubernur siap dengan apapun yang menjadi kebutuhan pemkot. Beliau bahkan pernah sampaikan bahkan TNI Polri siap mendukung. Sekarang semua kembali kepada komitmen dan ketegasan pemerintah kota,” pungkasnya.(HARGO)

 

#IngatPesanIbu

 

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar