Legislatif

Kasus DBD Diprediksi Meningkat, Sladauri: Gencarkan Sosialisasi dan Tindakan

×

Kasus DBD Diprediksi Meningkat, Sladauri: Gencarkan Sosialisasi dan Tindakan

Share this article
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Sladauri Kinga. (Foto Epox/Kronologi.id) - Pelayanan Poli Mata - Kasus DBD Diprediksi Meningkat, Sladauri: Gencarkan Sosialisasi dan Tindakan - Tarif Pasien Umum
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Sladauri Kinga. (Foto Epox/Kronologi.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Gorontalo, Sladauri Kinga menyoroti melonjaknya kasus DBD di daerah itu.

Berita Terkait:  TAPD Gorut Diminta Seriusi Perubahan Anggaran

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, per bulan Januari ada 85 kasus dan diprediksi di bulan Februari ini akan semakin meningkat.

“Penyebaran DBD ini perlu perhatian serius terhadap. Jangan sampai terus mengalami lonjakan serta ada masyarakat yang meninggal dunia lagi,” jelas Sladauri.

Berita Terkait:  Hamzah: Sebelum Akhir September APBD-P Harus Diparipurnakan

Aleg dua periode mengatakan, dari data yang diterima dari Dinas Kesehatan, jumlah kasus DBD di Kabupaten Gorontalo meningkat drastis.

Dimana, dari 85 kasus Positif DBD, ada sekitar 60 pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Berita Terkait:  DPRD Gorut Gelar Paripurna Penetapan Bupati dan Wabup Periode 2025-2030

“Dari 85 Kasus yang ditemukan, sebanyak 66 orang yang sudah sembuh dan lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit dan kita berdoa tidak ada yang sampai meninggal,” harap politisi PAN ini.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kasus DBD harus bisa menjadi perhatian serius, sebab penyakit ini dapat mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.

Berita Terkait:  Pembahasan Ranperda Penanganan Kawasan Kumuh Rampung, Thamrin: 14 Juli Diparipurnakan

“Kasus DBD ini perlu penanganan serius agar tidak semakin melonjak. Program seperti sosialisasi atau penyuluhan 4 M, fogging serta abatisasi harus digencarkan,” ungkap Sladauri.

Ia menambahkan, dalam kasus DBD ini yang paling rentan terkena adalah anak-anak.

Berita Terkait:  APBD-P 2023 Kabupaten Gorut Ditetapkan, Pendapatan Naik 1.7 Persen

Dirinya bersyukur kasus ini terdeteksi lebih cepat, sehingga dengan jumlah kasus sebanyak 85 itu belum ada kematian.

“Alhamdulillah Dinas bertindak cepat. Kami berharap terus dilakukan pemantauan dan lebih gencar melakukan sosialisasi terkait DBD ini, agar tidak ada korban hingga meninggal dunia,” kata Sladauri.

Berita Terkait:  DPRD Gorut Kembali Gelar Pertemuan Bahas Persoalan Pantai Minanga

Terakhir, dirinya juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap segala penyakit yang timbul, terutama Demam Berdarah Dengue.(*)

Penulis: Deice 

Berita Terkait:  Finalisasi Ranperda RTRW: Minus Tilamuta, 6 Kecamatan di Boalemo Masuk Kawasan Pertambangan